Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham AS Ditutup Anjlok

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Bursa saham AS berjangka anjlok tajam, berbalik dari penguatan mingguan terbesarnya tahun ini, seiring kejatuhan yield obligasi pemerintah ke level rekor terendah, selain itu para investor masih cemas terhadap imbas dari voting Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, terutama setelah Gubernur BoE, Mark Carney memperingatkan bahwa outlook stabilitas sistem keuangan menjadi semakin menantang paska referendum 23 Juni.

Pilar ekonomi Inggris, yakni sektor perumahan London juga jatuh tajam menyusul ketidakpastian yang berkaitan dengan Brexit, sehingga menambah peluang penularan pelambatan pertumbuhan ekonomi di zona Euro.

Alhasil Yield obligasi AS pada tenor 10-tahun turun ke 1.370%, lebih rendah dibanding level intraday low pada Jumat pekan lalu di 1.385%. Yield obligasi Swiss, Jerman dan Jepang juga melorot, berkebalikan dengan harga obligasi. Sementara pasar aset berisiko seperti saham dan komoditas melemah. Minyak mentah AS berjangka bahkan anjlok 5% ke level $46.55 per barrel, suatu indikasi bahwa sentimen para investor didominasi oleh kekhawatiran ekonomi global.

Produsen komoditas dan pemberi pinjaman memimpin saham AS lebih rendah, Indeks S&P 500 hentikan penguatan beruntun terpanjangnya dalam tiga bulan, setelah komentar dari Gubernur Bank of England Mark Carney menghidupkan kembali sentiment mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan membebani pertumbuhan global.

Saham energi dan saham keuangan memimpin penurunan pada hari Selasa, dengan investor menunjukkan pemilihan untuk aset haven karena penurunan ekuitas dan volatilitas yang lebih tinggi menunjukan beberapa kecemasan terlihat selama aksi jual dua hari setelah pemungutan suara Brexit. Gubernur BOE memperingatkan outlook untuk “perlambatan ekonomi,” ditengah mengembangnya risiko dari keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Indeks S&P 500 turun 0,7% menjadi 2,088.32 pada 16:00 sore di New York, penurunan pertama dalam lima sesi. Indeks tersebut turun sebanyak 1,1% jelang pemangkasan penurunan di jam perdagangan terakhir.

Pasar saham AS turun tajam pada sesi perdagangan AS menghapus beberapa keuntungan dari reli pasca-Brexit pekan lalu, karena kekhawatiran yang meluas terkait dengan kelangsungan hidup saham perbankan di kawasan euro dan kemunduran imbal hasil obligasi global yang terus menjadi hambatan pada ekuitas di Wall Street.

Dow Jones Industrial Average tertekan ke 108,75 atau 0,61%, sedangkan Indeks KompositS&P 500 turun 108,75 atau 0,61% ke 17,840.62, seperti penurunan antara saham energi dan transportasi sangat membebani indeks utama. Pada sesi tersebut, minyak mentah berjangka merosot lebih dari 4% turun di bawah $48 per barel karena laporan yang tak terduga di Pusat Minyak Cushing, Oklahoma. Pada S&P 500, sembilan dari 10 sektor ditutup melemah, seperti saham di Energi, Keuangan dan industri Bahan Dasar tertinggal. Saham di sektor Utilitas berorientasi pertahanan memimpin, mendapatkan lebih dari 0,60% pada sesi itu.

Indeks Komposit NASDAQ, sementara itu, kehilangan 39,67 atau 0,82% ke 4,822.90, di tengah sesi yang mengecewakan di antara beberapa saham semikonduktor teratas.

Selama sesi tersebut, imbal hasil dari AS. 10 Tahun dan AS. 30 Tahun jatuh ke posisi terendah intraday masing-masing sebesar 1,357% dan 2,131%, keduanya jatuh level terendah dalam catatan. Hal tersebut datang setelah investor terus mencari pengamanan di aset safe haven, seperti saham bank di Italia dan Inggris jatuh lebih lanjut, memperpanjang kerugian terkait Brexit. Investor juga memantau perkembangan politik pada hari Selasa setelah direktur FBI James Comey kata biro dan tidak akan merekomendasikan tuduhan terhadap dugaan penyelidikan email presiden demokrasi terkenal Hillary Clinton. Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Presiden AS Barack Obama tidak akan mengomentari masalah ini di kampanye dengan Cllinton.

Top performer di Dow adalah Johnson & Johnson (NYSE:JNJ), yang memperoleh 0,98 atau 0,81% ke 122,27. Pemain terburuk adalah JPMorgan Chase & Co (NYSE:JPM), yang jatuh 1,71 atau 2,79% ke 59,55, seperti halnya imbal hasil obligasi terjun dan aksi jual saham perbankan Eropa mempengaruhi sektor keuangan AS.

Gainer terbesar di NASDAQ adalah NVIDIA Corporation (NASDAQ:NVDA), yang naik 0,69 atau 1,48% ke 47,35. Nvidia ditutup tepat di atas saham Dollar Tree Inc (NASDAQ:DLTR), yang bertambah 0,69 atau 1,48% ke 47,35.