Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saham AS Dan Eropa Ditutup Lebih Rendah | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, Saham AS turun pada hari Kamis menyusul rally pada sesi sebelumnya, meskipun tren kenaikan masih terlihat.

Wall Street juga berfokus pada debut perdagangan aplikasi sosial Snap Inc., yang melonjak di perdagangan sore.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 32 poin atau 0,1 %, ke level 21.085. Indeks S & P 500 melemah 0,4 % atau 9 poin, ke level 2.386. Indeks Nasdaq Composite lebih rendah 28 poin atau 0,5 %, ke level 5.876. Ketiga indeks tersebut menyentuh rekornya pada sesi penutupan kemarin.

Saham di Eropa ditutup dengan kerugian tipis pada Kamis ini, setelah rally pada hari sebelumnya karena investor melihat kemungkinan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan di Eropa dari meningkatnya belanja fiskal AS.

Indeks Stoxx Europe 600 berakhir turun kurang dari 1 poin, berada di level 375,61. Saham yang terkait konsumen, logam dan perusahaan keuangan mengalami penurunan, sementara saham utilitas, perawatan kesehatan dan energi bergerak naik. Indeks Eropa pada Rabu lalu rally 1,5 % untuk menandai penutupan terbaik sejak 2 Desember.

Rally saham global pada hari Rabu diikuti komentar dari pejabat Federal Reserve AS yang menunjukkan bahwa ekonomi terbesar dunia bersiap untuk kenaikan suku bunga. Juga, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mendorong Kongres senilai $ 1 triliun pada investasi infrastruktur. Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average melonjak di atas level 21.000 untuk pertama kalinya.

Saham AS turun dari tingkat rekornya untuk penutupan hari Kamis dengan Dow berakhir hampir di bawah 21.000 level baru-baru ini dicapai seiring saham keuangan merosot dan sektor defensif raih gain.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 112,58 poin atau 0,5 %, menjadi berakhir pada level 21,002.97, saham Caterpillar Inc memimpin penurunan tajam setelah agen federal menyerbu kantor pusat perusahaan. Indeks S & P 500 ditutup melemah 14,04 poin atau 0,6 %, di level 2,381.92, dengan saham keuangan dan saham material membebani indeks dan utilitas dan telekomunikasi berakhir sedikit lebih tinggi. Indeks Nasdaq Composite juga berakhir merosot 42,81 poin atau 0,7 %, di level 5,861.22.

Saham-saham di Wall Street mundur dari rekor tertinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB, 3/3/2017), karena kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga akhir bulan ini membebani sentimen para investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 112,58 poin atau 0,53 persen menjadi ditutup pada 21.002,97 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 14,04 poin atau 0,59 persen menjadi berakhir di 2.381,92 poin, dan indeks komposit Nasdaq berkurang 42,81 poin atau 0,73 persen menjadi 5.861,22 poin.

Para investor menjadi berhati-hati setelah kenaikan tajam baru-baru ini, dengan indeks-indeks utama mencatat keuntungan terbesar mereka dalam beberapa bulan pada Rabu (1/3). Kedua indeks, S&P 500 dan Nasdaq memiliki reli satu hari terbesar mereka sejak 7 November, sementara Dow membukukan kemajuan terbaiknya sejak Desember.

Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Lael Brainard — dikenal “dovish” dalam komite kebijakan moneter bank sentral — dilaporkan pada Rabu malam (1/3) mengatakan bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku “secepatnya”, mengutip membaiknya ekonomi global.

Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Maret mencapai sekitar 77 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Dalam berita perusahaan, Snap membuat debut perdagangannya di Bursa Efek New York pada Kamis (2/3), mencetak penawaran umum perdana teknologi terbesar sejak Alibaba. Pada penutupan, saham Snap melonjak 44,00 persen menjadi 24,48 dolar AS per saham.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 25 Februari angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal disesuaikan secara musiman mencapai 223.000, turun 19.000 dari level di revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis (2/3).

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 234.250, turun 6.250 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya. Ini merupakan level rata-rata terendah sejak 14 April 1973 ketika mencapai 232.750.