Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Rupiah Melemah, IHSG Masih Tertekan

ilustrasi-IHSG-140528-andri

Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menunjukan pelemahan pada perdagangan saham Selasa, 28 Juli 2015. Sentimen negatif yang mempengaruhi gerak IHSG adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Analis PT MNC Securities, Sharlita Lutfiah Malik mengatakan, pelaku pasar sebenarnya sudah menerima nilai tukar rupiah menembus level 13.000 per dolar AS. Namun karena pelemahan rupiah terus terjadi dan menuju level 13.500 per dolar AS, maka ada aksi jual saham.

“Ini pertama karena rupiah terhadar dolar sampai 13.500 per dolar AS,” kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Namun, selain ada sentimen negatif dari dalam negeri, Sharlita melanjutkan, ada juga sentimen negatif dari regional yaitu terkait dengan laporan data global serta jatuhnya bursa saham China. “Kita tahu terkoreksi indeks Shanghai 8 persen akan memicu penurunan IHSG,” tambahnya.

Pada perdagangan saham kali, Sharlita memprediksi IHSG bergerak pada level support 4.790 serta resistance pada level 4.865.

Riset PT Sinarmas Sekuritas memprediksi IHSG kembali bergerak melemah. Indeks saham akan bergerak pada level support 4.745 dan resistance pada level 4.800. Sinarman mengungkapkan, selain faktor nilai tukar, pergerakan indeks saham dipengaruhi oleh data global.

“Menguatnya nilai tukar AS terhadap mata uang asing turut mempengaruhi indeks. Sementara itu akan dirilis data durable goods order AS yang diperkirakan ke level 2,3 persen MoM dibandingkan sebelumnya di level minus 1,8 persen MoM,” tulis laporan tersebut.

Untuk saham, Sharlita merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (Amd/Gdn)