Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

RT/RW Keberatan dengan Aplikasi Qlue, Ahok: Padahal Tinggal Pencet Doang

ad4e9d2d-d005-4cad-8881-6b37630048ae_169Rifan Financindo Berjangka -? Oknum RT dan RW di Jakarta ada yang keberatan dengan tugas baru mereka yakni melapor kondisi wilayah via aplikasi Qlue. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan sebenarnya tugas itu tidak berat.

“Kalau kamu coba, kamu catet pake tangan, lebih susah nggak catet pake tangan? Sama tinggal pencet doang,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Menurut Ahok, semua orang tahu bagaimana cara membuat laporan di aplikasi Qlue. Toh aplikasi itu juga bisa dipasang di ponsel berbasis sistem operasi Android, dan ponsel Android dirasa sudah bukan barang mewah lagi.

“Hampir semua orang punya HP (handphone/ ponsel android). Siapa sih yang enggak punya HP di DKI? Saya mau tanya,” kata Ahok.

Dia menyatakan harga ponsel Android cukup terjangkau Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu sudah bisa mendapatkan ponsel semacam itu. Pihaknya juga memberikan uang pulsa Rp 75 ribu per bulan.

RT dan RW diwajibkan melapor via aplikasi Qlue, dengan begitu uang operasional Rp 900 ribu bagi RT dan Rp 1,2 juta bagi RW bisa cair. Satu laporan via Qlue dari mereka dihargai Rp 10 ribu.

“Ini 267 lokasi (kelurahan), katanya mau jadi ketua RT/RW mau bantu masyarakat. Kalau bantu masyarakat ya mesti ada sistem dong. Kalau kamu coba, kamu catet pakai tangan, lebih susah nggak catet pake tangan?” tanya Ahok.

Bilapun masih dirasa berat melapor via Qlue, para RT/RW masih bisa meminta bantuan ke kerabatnya. Yang jelas, RT/RW harus memperhatikan warganya.

“Kasih saja ke istri kamu, anak kamu. Kan kita juga butuh ada orang yang memperhatikan warganya,” kata Ahok.

Aplikasi Qlue ini juga memudahkan Ahok untuk mengetahui pejabatnya yang benar-benar melayani warganya dan pejabat mana yang tak melayani keluhan warganya. Maka RT/RW lah yang membantu pelayanan itu.

Kenyataannya, oknum RT/RW malah acapkali terlibat pungli (pungutan liar). Ahok mendapati banyak laporan semacam ini dari wilayah Tanah Abang, Mangga Besar, Sawah Besar, dan lainnya. Jalan pungli bermacam-macam, mulai dari perizinan lapak dagangan hingga pengurusan pembuatan KTP.

“Kamu tanya, parkir liar itu setor ke siapa? Kamu tanya saja mau di Mangga Besar, Sawah Besar, kamu tanya oknumnya siapa? Itukan memang dulu ada oknum main, oknum RW,” kata Ahok.