Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Rp 5 Juta Masih Kemahalan untuk Ponsel 4G

ENDING OF MOBILE WORLD CONGRESS IN BARCELONA

Rifan Financindo Berjangka – Harga rata-rata ponsel 4G di pasaran saat ini dinilai masih belum terjangkau masyarakat pengguna pada umumnya. Telkomsel pun mengakui, untuk harga di atas Rp 5 juta memang masih kemahalan.

“Untuk harga handset 4G, idealnya Rp 3 juta saja. Sekarang kan kebanyakan masih di atas Rp 5 juta semua,” kata Vice President LTE Commercial Telkomsel Lindayanti Harjono kepada detikINET di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Telkomsel saat ini punya 147 juta pelanggan seluler secara nasional. Menurut Linda, 5,3 juta di antaranya sudah menggunakan ponsel 4G, namun sayangnya baru 1,2 juta yang berhasil dijaring jadi pelanggan aktif.

Jika membandingkan angka pengguna yang belum dan sudah menggunakan ponsel 4G tersebut, tentu sangat timpang. Hal itu diakui Telkomsel karena memang saat ini harga ponselnya masih sangat tinggi.

Kalaupun banyak yang sudah pakai 4G, itupun mayoritas dari pengguna berduit dengan ponsel-ponsel bermerek saja. Di jaringan Telkomsel tercatat, iPhone dari Apple mendominasi dengan persentase 30%, Samsung 21%, Sony 18%, LG 15%, dan BlackBerry 13%.

“Selain lima brand international itu, Xiaomi juga mulai naik. Sejak kami keluarkan bundling Mi2 sama Mi4 yang harganya Rp 2,6 juta. Memang masih kecil, tapi growth mereka besar. Sudah masuk Top 10, tapi paling terakhir,” kata Linda.

Itu sebabnya, Linda menilai perlu lebih banyak lagi vendor-vendor ponsel yang sudah punya merek untuk memasarkan handset 4G dengan harga ideal di kisaran Rp 3 jutaan. “Ya idealnya Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta saja,” sambung dia.

Telkomsel juga berharap, upaya pemerintah dalam mendorong tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di tiap ponsel 4G pun diharapkan tidak sampai membuat harga jadi melambung.

“TKDN saat ini memang memperlambat growth handset 4G yang ada di market. Ini salah satu kendala yang kita hadapi. Di 4G ini kan perlu DNA, selain network dan application, perlu device yang ada di market. Untuk pasar yang lebih rendah, kita tidak bisa cuma mengandalkan brand international saja. Perlu yang lebih affordable,” pungkas Linda.

(rou/ash)