Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Rossi Akhirnya Naik Podium | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Valentino Rossi mengaku sedikit kecewa tak bisa meraih kemenangan dalam balapan kandangnya di Misano, meski tetap senang bisa finis di depan Marc Marquez.

Rossi sempat memimpin balapan MotoGP San Marino, Minggu (11/9/2016) malam WIB, walaupun pada akhirnya rider Repsol Honda itu harus puas finis pada posisi kedua di belakang Dani Pedrosa yang merupakan rekan setim Marquez di Repsol Honda.

Dengan Marquez akhirnya finis keempat di belakang Jorge Lorenzo, Rossi pun memperpendek jaraknya dengan pemuncak klasemen sementara itu. Rossi kini menempati posisi dua papan klasemen dengan terpaut 43 angka dari Marquez.

“Masih terlalu jauh, 43 poin dengan lima balapan tersisa masih merupakan jarak yang jauh, tapi selalu menyenangkan bisa finis di depan Marquez karena ia amat tangguh, sangat cepat, dan bisa mengalahkannya dalam balapan berarti Anda sudah membalap dengan bagus,” kata Rossi di Crash.net.

Rossi mengaku sebenarnya amat berhasrat memuaskan para suporternya di Misano dengan kemenangan. Meski gagal, dan sedikit kecewa, hasil dalam balapan tersebut tetap dinilainya bagus.

“Jika saya tidak sedang di Misano sudah pasti saya akan merasa amat gembira, mengingat hari ini penting sekali untuk bisa melintasi garis finis paling dulu. Tapi saya tak bisa melakukannya, walaupun ini tetap akhir pekan dan hasil balapan yang bagus,” ujarnya.

“Pekan seperti ini senantiasa amat penuh tuntutan, sangat sulit, dan kami harus mengorganisir lebih baik daripada balapan di tempat lain karena segalanya jadi lebih sulit.

“Akan tetapi, segalanya terbayar saat Anda berada di pit lalu di garis start sebelum balapan dan melihat kerumunan orang–itu merupakan perasaan luar biasa yang juga sulit digambarkan,” sebut Rossi.

Untuk kali pertama musim ini Marc Marquez melewati dua balapan beruntun tanpa naik podium, walaupun rider Repsol Honda itu masih mensyukuri hasil teranyarnya di Misano.

Marquez harus puas menyudahi balapan MotoGP San Marino dengan berada di posisi empat. Posisi finis serupa ia tempati dalam balapan sebelumnya di Silverstone lalu.

“Ini bukan hari Minggu terbaik buat saya. Tapi kali ini kami membuat keputusan tepat dengan ban, sesuai dengan gaya berkendara saya,” kata Marquez di MotoGP.com.

Ini menjadi kali keempat musim ini Marquez tak naik podium. Selain di Misano dan Silverstone, ia sebelumnya finis di posisi 13 di Le Mans dan lima di Red Bull Ring. Bedanya, Le Mans dan Red Bull Ring tak terjadi beruntun dan setelah itu Marquez juga langsung naik podium lagi–Mugello dan Brno secara berurutan.

Pun demikian, Marquez tetap bersyukur mampu menambah angka penting. Apalagi balapan kali ini dimenangi Dani Pedrosa yang merupakan rekan setimnya sendiri sehingga Marquez masih unggul cukup jauh di papan klasemen.

“Di awal balapan saya merasa cukup oke, tapi kemudian mulai mendapatkan masalah dengan bagian depan motor dan saya pun langsung tahu potensi jatuh lebih besar daripada naik podium,” ujar Marquez.

“Oleh karena itu saya pun memutuskan untuk berpuas diri dengan posisi empat dan untungnya saja Dani menang sehingga saya tidak kehilangan terlalu banyak (keunggulan) poin,” sebutnya.

Marquez memuncaki klasemen MotoGP dengan 223 poin. Di bawahnya ada dua rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi (180 poin) dan Jorge Lorenzo (162 poin), dengan musim tinggal menyisakan lima seri lagi.

Hubungan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang sebelumnya memang tak terlalu harmonis kembali memanas. Perang kata-kata yang begitu sengit seusai balapan MotoGP San Marino menjadi penyebabnya.

Sebuah manuver Rossi di putaran kedua dalam balapan di Misano, Minggu (11/9/2016) lalu, memantik perdebatan dengan Lorenzo dalam sesi konferensi pers seusai balapan.

Rossi menganggap aksinya ketika menyalip Lorenzo dari sisi dalam itu sah-sah saja. Sebaliknya, Lorenzo menilai rekan setimnya di Movistar Yamaha itu terlalu agresif dan berpotensi membuatnya crash. Perang kata-kata itu kemudian berlanjut dan berlangsung cukup lama, sekitar 2,5 menit.

Di luar sesi konferensi pers, perang kata-kata ternyata masih berlanjut. Lorenzo terang-terangan mengaku tak suka dengan sikap Rossi dalam sesi konferensi pers.

“Jika Anda sudah berusia 37 tahun, Anda harus memberi kesempatan kepada orang lain untuk bicara. Ini tentang edukasi. Dia selalu melakukan hal yang sama, setiap hari Kamis, selama konferensi pers,” kata Lorenzo seperti dikutip Motorsport.com.

“Ketika pebalap-pebalap lain sedang bicara, dia bicara dengan sangat lantang,” imbuhnya.

“Ini bukan tentang ketika dia bicara. Ini tentang ketika dia menyela saat giliran saya yang bicara. Saya ingin menjawab pertanyaan yang ditanyakan ke saya, untuk memberikan pendapat saya. Tiba-tiba, dia mulai tertawa, seperti yang biasa dia lakukan ketika bicara dengan pebalap-pebalap lain selama konferensi pers,” kata pebalap asal Spanyol itu.

Rossi sendiri mengaku tak akan berdiam diri jika Lorenzo mengkritiknya. The Doctor pun merasa harus membela diri.

“Saya pikir itu sama seperti overtaking lainnya, seperti yang dilakukan (Dani) Pedrosa pada saya atau semua yang dilakukan (Marc) Marquez pada saya di Silverstone,” ujar Rossi.

“Saya tidak akan membiarkan Lorenzo mengatakan saya adalah seorang pebalap kotor ketika menyalip, karena itu tidak benar. Dia juga agresif ketika menyalip saya. Setiap orang bisa membuat kesimpulan masing-masing,” katanya.

Ini bukan kali pertama Rossi dan Lorenzo ribut-ribut pada musim ini. Pada seri pembuka di Qatar, bulan Maret silam, keduanya juga sempat berdebat. Saat itu, Rossi yang tak senang dengan manuver Lorenzo dalam sesi kualifikasi.

Rossi dan Lorenzo akan berpisah mulai musim depan. Rossi tetap bertahan di Yamaha, sementara Lorenzo telah menerima tawaran untuk pindah ke Ducati.