Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Riset Ungkap Penyebab Tak Banyak Wanita Duduki Jabatan Tinggi di Perusahaan

081707700_1439017721-leadership-qualities
Rifan Financindo Berjangka – Meski bos wanita semakin banyak bermunculan, jumlahnya masih belum setara dengan pria. Kehadiran mereka dalam jajaran kepemimpinan level atas pun perlu dukungan perusahaan dan pemerintah. Beberapa alasan yang diduga menghambat wanita dalam meraih posisi tinggi adalah kurangnya kesempatan, keagresifan, serta kepercayaan diri untuk bersaing dengan kolega pria.

Menurut riset terbaru yang dilakukan Harvard Business School, ada penyebab lain yang cukup mengejutkan terkait hambatan wanita dalam mencapai jabatan bos. Penelitian yang dipublikasi di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) tersebut mengungkapkan jika wanita lah yang sering menolak tawaran naik jabatan itu. Hasil studi ini juga menyatakan bahwa wanita tidak ingin dipromosikan karena tak mau terlalu banyak pekerjaan seperti pria.

“Dibandingkan para pria, para wanita memandang kemajuan profesional sama-sama bisa dicapai tetapi tidak begitu diminati. Itu di bawah daftar prioritas mereka,” ungkap salah satu pemimpin penelitian, asisten profoser Alison Wood Brooks.

Menurut studi yang dilakukan kepada 650 orang lulusan MBA (gelar manajemen bisnis) itu, penolakan terhadap promosi ini bukan berarti wanita tidak ingin maju. Hal tersebut didasari oleh prioritas mereka yang berpusat pada keluarga. Wanita juga dianggap memiliki tujuan hidup yang lebih banyak dari pada pria sehingga menghindari tawaran kerja yang akan terlalu menyibukkan. Selain ingin mengurus anak-anak, wanita juga ingin membina hubungan dengan keluarga besar serta teman-teman terdekat.

“Anda ingin menjadi pekerja yang berprestasi. Anda ingin menjadi pemimpin yang baik di kantor. Tapi Anda juga ingin berpakaian dengan baik. Dan memastikan jika anak-anak diberi makan dan ingat untuk mengecek teman-teman terdekat,” kata Alison.

Wanita karier juga tidak menginginkan terlalu banyak tekanan dan konflik yang datang dari posisi tinggi tersebut. Hal itu memang wajar dirasakan karena wanita yang sukses lebih sering dipandang negatif oleh sebagian pihak.

Laporan penelitian dari Harvard ini diharapkan bisa membantu para wanita untuk melihat jabatan tinggi bukan sebagai sesuatu yang negatif. “Sebagian wanita peduli dengan kuasa, sebagian lagi tidak. Sebagian melihat terlalu banyak hal negatif, sebagian lagi tidak. Untuk kategori yang terakhir, bicara mungkin akan membantu mengidentifikasi kesempatan untuk menghapus sejumlah hal negatif.” tambah Alison.

(ami/eny)