Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

RI Impor Barang Konsumsi Hingga US$ 1,03 Miliar/Bulan

073605_impor

Rifan Financindo Berjangka -Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menaikkan tarif bea masuk barang-barang impor yang masuk ke Indonesia. Hampir keseluruhan merupakan barang jadi konsumsi, seperti makanan, minuman, pakaian, kendaraan, alat musik, dan lainnya.


Kebijakan yang terkesan mendadak ini harus dikeluarkan, untuk memproteksi produk dalam negeri dengan segera.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Senin (27/7/2015), impor barang konsumsi pada Juni mencapai US$ 1,03 miliar. Sedangkan akumulasi Januari-Juni 2015 adalah US$ 5,42 miliar.

Edy Putra Irawady, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kemenko Perekonomian menyatakan, nilai impor barang konsumsi tergolong besar. Kondisi ini membuat produk dalam negeri semakin sulit untuk bersaing.

“Sekarang yang dikhawatirkan, produk seperti miras tekstil, produk otomotif itu impornya masih tinggi,” ungkapnya kepada detikFinance.

Memang bila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, ada penurunan impor konsumsi karena penurunan daya beli masyarakat Indonesia. Secara year on year terjadi kontraksi 13,83%.

“Tapi bila terus dibiarkan, tetap akhirnya merugikan produksi dalam negeri. Karena orang tetap akan memilih mengonsumsi produk impor,” terang Edy.

Aturan kenaikan bea masuk barang impor ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 132/PMK.010/2015, tentang penetapan sistem klarifikasi barang dan pembebanan tarif bea masuk atas barang impor. Aturan ini berlaku efektif per 23 Juli 2015.

Berikut di antaranya barang yang bea masuknya naik:

  1. Kopi impor dengan tarif bea masuk menjadi 20%
  2. Teh impor dikenakan bea masuk menjadi 20%
  3. Sosis impor menjadi 30%
  4. Daging-dagingan yang diolah atau diawetkan dengan bea masuk 30%
  5. Ikan-ikanan dengan rata-rata bea masuk 15%-20%. Ikan sarden dan salmon 15%, sementara ikan tuna 20%
  6. Kembang gula tidak mengandung kakao rata-rata bea masuk 15%-20%. Contohnya permen karet impor 20%
  7. Roti, kue-kue kering, biskuit impor 20%
  8. Sayuran yang diawetkan 20%
  9. Es krim dan es lain yang dapat dimakan mengandung kakao maupun tidak 15%
  10. Minuman fermentasi dari buah anggur segar termasuk minuman fermentasi yang diperkuat menjadi 90%
  11. Piano termasuk piano otomatis, piano tegak, grand piano 15%
  12. Alat kecantikan tubuh tarif bea masuk impornya menjadi 10-15%
  13. Perlengkapan dapur, peralatan makan, peralatan rumah tangga lain dan peralatan toilet dari plastik menjadi 20%-22,5%
  14. Tas dan aksesoris tas 15-20%
  15. Pakaian dan aksesoris pakaian dari kulit samak 12,5%-15%, sedangkan dari kulit berbulu 15%-20%
  16. T-Shirt, singlet, kaus kutang rajutan dan lainnya menjadi 25%
  17. Pakaian bekas dan barang bekas lainnya menjadi 35%
  18. Kutang, korset rajutan atau tidak bea impor menjadi 22,5 %-25%
  19. Wig, jenggot, alis, bulu mata palsu dan sejenisnya dari rambut manusia atau bulu hewan 15%
  20. Barang higienis atau farmasi (termasuk dot) dari karet seperti kondom dan dot botol minuman impor menjadi 10%
  21. Barang perhiasan dan bagiannya dari logam mulia atau dari logam yang dipalut dengan logam mulia impor dikenakan bea masuk menjadi 15%
  22. Lemari pendingin, lemari pembeku impor menjadi 15%
  23. Kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 orang atau lebih dikenakan bea masuk impor menjadi 20%-50 %
  24. Mobil dan kendaraan bermotor lainnya yang dirancang untuk pengangkutan orang dikenakan tarif bea masuk impor menjadi 50%

(mkl/dnl)