Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

RI Bisa Dapat Minyak 31.000 Barel/Hari dari 3 Proyek Ini

A pump jack is seen at sunrise near Bakersfield

Rifan Financindo Berjangka -Tiga proyek minyak dan gas bumi (migas) mulai produksi, bila sudah mencapai puncaknya, produksi minyak nasional akan bertambah sekitar 31.000 barel per hari.

Tiga proyek migas tersebut adalah Lapangan Pelikan di Blok Natuna A dengan operator Premier Oil Natuna Sea B.V, Lapangan Bukit Tua, di Blok Ketapang dengan operator Petronas Carigali Ltd, dan Senoro Gas, Blok Senoro-Toili yang dioperatori JOB Pertamina-Medco E&P Tomori.

“Total kapasitas fasilitas produksi tiga proyek tersebut adalah 31.000 barel per hari dan 480 juta kaki kubik per hari (mmscfd),” kata Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro di Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Elan mengatakan, sejak produksi pertama (on stream), secara bertahap produksi ketiga proyek tersebut terus meningkat. Contohnya proyek Bukit Tua, saat ini tingkat produksinya sebesar 5.500 barel minyak per hari. Produksi puncak sebesar 20.000 barel minyak per hari baru dicapai pada tahun 2016.

Pada semester II-2015, SKK Migas menargetkan selesainya sembilan proyek dengan total kapasitas produksi minyak 193.000 barel per hari, dan gas 500 juta kaki kubik per hari.

“Untuk mendukung pencapaian target produksi migas nasional yang tahun ini untuk minyak ditargetkan sebesar 825.000 barel per hari,” katanya.

Sebagai informasi, per 30 Juni 2015, lifting minyak bumi tercatat 763.600 barel per hari, atau 92,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 yang sebesar 825.000 barel per hari. Lifting gas bumi 6.587 juta kaki kubik per hari, atau 96,4% dari target 7.079 juta kaki kubik per hari. Secara total, lifting migas mencapai 1,94 juta barel setara minyak per hari, atau 94,8% dari target sebanyak 2,045 juta barel setara minyak per hari.

Meski demikian, Elan mengatakan, SKK Migas tetap optimis target lifting minyak yang tercantum dalam APBN-P 2015 masih dapat dicapai dengan adanya peningkatan produksi, termasuk dari Lapangan Banyu Urip dan Bukit Tua.

“Dengan adanya tambahan produksi ini, kami optimis target produksi migas APBN-P sebesar 2,045 juta barel setara minyak per hari dapat tercapai,” ujarnya.

Elan menambahkan, satu proyek yakni Sintong Offloading Facility, Blok Mosesa dengan operator EMP Tonga yang memiliki kapasitas produksi 2.000 barel per hari sedang dibahas ulang keekonomiannya di tengah penurunan harga minyak dunia. “Proyek lainnya relatif sesuai jadwal,” katanya.

Contoh proyek yang tetap berjalan walau harga minyak sedang turun yakni, proyek South Mahakam Development 3 dengan operator Total E&P Indonesie yang memiliki kapasitas produksi 1.800 barel per hari dan 120 juta kaki kubik per hari.

Saat ini proyek tersebut dalam tahap pengeboran pengembangan, dan diperkirakan mulai produksi pada kuartal III-2015. Proyek terbesar tahun ini adalah Banyu Urip, Blok Cepu dengan operator ExxonMobil Cepu Ltd. Per Juni produksi berada di angka 83.534 barel per hari. Mulai Agustus produksi meningkat menjadi 149.000 barel per hari, dan terus meningkat hingga 205.000 barel per hari pada November 2015.