Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Rendahnya Manajemen Resiko di Dunia Korporasi Indonesia

korporasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA.?Dalam menjalankan suatu institusi atau perusahaan, manajemen resiko yang baik diperlukan tidak hanya untuk melindungi perusahaan tersebut dari berbagai hambatan serta kerugian saat situasi buruk menghadang, namun juga sebagai persiapan agar perusahaan memeroleh kredibilitas ekstra di mata masyarakat sekaligus lembaga keuangan yang terkait dengan aspek operasional perusahaan tersebut. Semakin baik metode pengendalian resiko yang diterapkan perusahaan, semakin kuat posisinya dan baik pula kedudukannya.

Sayangnya, salah satu kelemahan yang dihadapi dunia bisnis Indonesia adalah masih rendahnya aspek manajemen resiko di dalam perusahaan. Bahkan, perusahaan investasi kelas tinggi seperti Bursa Efek Jakarta masih memiliki standar pengendalian resiko yang terbilang lemah, walaupun levelnya masih lebih baik daripada banyak perusahaan lain di Indonesia. Selebihnya, berbagai perusahaan dan bisnis di berbagai level masih terbilang sangat lemah bahkan tak memadai.

Jadi, tidak mengherankan jika kita masih bisa menemui perusahaan yang memiliki sistem manajemen dan administrasi yang berantakan, menyulitkan dalam pengawasan sekaligus kinerjanya. Hal ini karena masih rendahnya penerapan upaya manajemen terhadap resiko, plus tradisi negatif yang cenderung membuat para pelaku usaha di tingkat manajemen malas berinisiatif agar faktor resiko dalam operasional perusahaan bisa ditekan.

 

Standar Resmi Manajemen Resiko untuk Korporasi Indonesia

Sebenarnya, penerapan manajemen resiko sudah merupakan sesuatu yang standar dan wajib dilakukan bagi para pelaku korporasi, baik di Indonesia maupun di negara lain. Indonesia memiliki perwakilan ARMP alias Association of Risk Management Practitioner, dengan sekjennya saat ini adalah Deddy Jacobus. Dengan kata lain, perusahaan dan institusi di Indonesia pun memiliki kewajiban untuk menerapkan standar yang berlaku di dunia internasional.

Perusahaan dengan standar manajemen yang dianggap sudah baik terhadap datangnya resiko akan menerima sertifikat berstandar internasional yang disebut Certified Risk Manager Technician dan Certified Practicing Risk Manager. Kedua sertifikat ini hanya diberikan setelah sebuah perusahaan mengajukan permohonannya dan bersedia mengikuti tes serta diobservasi oleh perwakilan dari ARMP dan Risk Management Institute Australia sebagai pihak yang mengeluarkan sertifikat tersebut.

Sayangnya, banyak pemilik perusahaan di Indonesia yang tidak atau belum menyadari pentingnya memperoleh sertifikasi resmi ini. Banyak yang masih beranggapan bahwa hal tersebut tidak begitu diperlukan dan membuang-buang uang (apalagi pengajuan permohonan untuk mendapat kedua sertifikat ini memang mahal). Jadi, jangan heran jika Indonesia menempati posis cukup rendah dalam survey terakhir AON Global Enterprise Risk Management Survey dalam hal manajemen resiko.

Sebagai gambaran, jika saat ini sudah banyak perusahaan di Australia, Singapura dan Amerika Serikat yang memiliki tingkat manajemen resiko tertinggi yaitu 5, perusahaan di Indonesia rata-rata baru menempati peringkat 1 dan 2, bahkan untuk perusahaan yang tingkatannya sudah multi nasional.

 

Solusi Masa Depan untuk Penerapan Manajemen Resiko

Saat ini yang sudah menerima sertifikat manajemen resiko di Indonesia baru perusahaan perbankan, namun tidak semua perusahaan non-perbankan memilikinya. Cabang ARMP Indonesia saat ini sedang berusaha melobi pemerintah agar bersedia mengusahakan versi lokal dari dua macam sertifikat standar manajemen resiko yang dikeluarkan lembaga Australia. Dengan adanya versi lokal, diharapkan para pengusaha akan bersedia mengajukan permohonan karena biaya yang akan dikeluarkan lebih kecil.

Dengan usaha ini, diharapkan akan makin banyak perusahaan Indonesia yang semakin tergerak untuk menetapkan standar manajemen resiko bagi usahanya, serta semakin memeroleh pengakuan sebagai perusahaan yang memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap resiko yang menghadang dalam bisnisnya.