Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Rancana Produksi Arab Saudi Tekan Harga Minyak Mentah Pagi Ini

oilarab-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Pada penutupan perdagangan Sabtu dini hari harga minyak mentah mengalami penurunan untuk dua sesi berturut-turut (15/6). Harga komoditas ini melempem sebesar lebih dari 1 persen meskipun perusahaan jasa pengeboran minyak Baker Hughes melaporkan bahwa operasi pengeboran minyak di Amerika Serikat mengalami penurunan untuk 27 minggu berturut-turut.

Jumlah operasi pengeboran di seluruh Amerika Serikat mengalami penurunan sebanyak 7 unit. Penurunan ini merupakan yang paling tajam sejak bulan Mei lalu. Jumlah operasi pengeboran minyak hanya tersisa 635 unit saat ini. Pada periode yang sama tahun lalu jumlah operasi pengeboran berada di level 1.542 unit.

Meskipun berkurangnya operasi pengeboran menunjukkan kemungkinan ketatnya pasokan, harga minyak mentah justru berkurang setelah para investor mulai melakukan aksi ambil untung. Arab Saudi memberikan sinyal bahwa negara tersebut siap untuk menaikkan produksi hingga mencapai rekor tertinggi.

Di akhir perdagangan Kamis dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Juli terpantau ditutup dengan membukukan penurunan tajam. Harga komoditas ini ditutup dengan bukukan pelemahan sebesar 81 sen atau setara dengan 1,33 persen dan berada pada posisi 59,96 dollar per barel.

Harga minyak mentah Brent juga tampak mengalami pelemahan yang signifikan. Harga kontrak Brent tersebut mengalami penurunan sebesar 1 dollar dan ditutup di level 65 dollar per barel.

Pada perdagangan pagi ini harga minyak mentah terpantau masih terbatas, belum jauh-jauh dari posisi penutupan perdagangan dini hari tadi. Saat ini terpantau harga minyak mentah diperdagangkan pada posisi 59,83 dollar per barel, turun tipis sebesar 13 sen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Saat ini indikator teknikal sudah mengisyaratkan terjadinya pola pelemahan untuk jangka pendek.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 61,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 63,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi 58,00 dollar dan 57,00 dollar.