Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Rahasia untuk Mengurangi Kesukaan pada Garam

PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA  – 121688272Apakah Anda termasuk penggila keripik atau kentang goreng dan kesulitan berhenti memakannya?

Bila ya, ada resep khusus untuk menjinakkan keinginan ngemil makanan asin tersebut. Studi terbaru dari China yang diterbitkan dalam The Journal Hypertension, mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan pedas dapat membantu mengurangi keinginan untuk menyantap makanan yang asin.

Dlam studi itu peneliti melakukan tes terhadap 606 orang dewasa dengan menggunakan larutan yang mengandung garam atau capsaicin – komponen yang memberi rasa pedas pada cabai- untuk menentukan sensitivitas dan preferensi peserta penelitian terhadap rasa tersebut.

Lalu, para periset meminta peserta melengkapi kuesioner makanan untuk mengetahui seberapa sering mereka makan makanan asin atau pedas. Penelitian tersebut juga mengambil sampel urin dan tes tekanan darah para peserta.

Hasilnya, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang banyak makan makanan pedas mengkonsumsi lebih sedikit garam, yakni 2,5 gram lebih sedikit per hari. Mereka juga memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan yang sedikit makan makanan pedas.

Hal ini mungkin disebabkan karena sensasi pedas menipu otak sehingga makan lebih sedikit garam.

Direktur Pusat Hipertensi dan Penyakit Metabolik di Rumah Sakit Daping di Chongqing, China, mengatakan bahwa menikmati makanan pedas dapat meningkatkan sensitivitas rasa asin di otak.

Ketika para periset menggunakan pemindaian pencitraan otak untuk memeriksa dua wilayah pada otak peserta penelitian, mereka mendapati peningkatan aktivitas karena makanan pedas di bagian otak yang menerima rasa asin.

“Makanan pedas meningkatkan aktivitas di daerah yang dirangsang oleh garam,” kata Dr. Zhu.

Dr Zhu dan timnya berpendapat bahwa aktivitas yang meningkat ini bisa membuat seseorang lebih peka terhadap rasa garam, sehingga bisa menikmati makanan yang kurang asin sama enaknya.

Meski demikian, harus diketahui bahwa garam sangat penting bagi kesehatan, karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri dan membutuhkannya agar berfungsi dengan baik.

Namun kelebihan garam dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Faktanya sebagian besar orang  mengkonsumsi garam jauh lebih banyak daripada yang disarankan oleh American Heart Association (AHA) yang merekomendasikan 2.400 miligram garam per hari.

 

Sumber: kompas.com

Leave a Reply