Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Wall Street Tergelincir Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

Image result for wall street

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – New York Wall Street ditutup melemah dipicu kenaikan imbal hasil obligasi (treasury) Amerika Serikat (AS) yang mencapai posisi tertinggi dalam beberapa tahun yang terdorong penguatan data ekonomi dan kekhawatiran tentang inflasi.

Dow mengalami penurunan pertama dalam enam sesi, sementara S & P dan Nasdaq mengalami hari terburuk sejak 25 Juni.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial turun 200,91 poin, atau 0,75 persen, menjadi 26.627,48. Sementara indeks S&P 500 melemah 23,9 poin, atau 0,82 persen, menjadi 2.901,61 dan Nasdaq Composite turun 145,58 poin, atau 1,81 persen, menjadi 7.879,51.

Pasar kali ini antara lain dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahunan AS yang tercatat naik ke posisi tertinggi dalam tujuh tahun mencapai 3,23 persen. Ini juga merupakan lompatan harian terbesar sejak pemilihan presiden AS tahun 2016.

Selain itu, data pengangguran dan pesanan pabrik terbaru menjadi bagian laporan ekonomi yang dilaporkan menguat minggu ini.

Data Kamis, yang menunjukkan klaim pengangguran turun ke level terendah 49 tahun, menyusul komentar pekan ini dari beberapa pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua The Fed Jerome Powell, yang menyoroti kekuatan ekonomi AS.

“Kenaikan tingkat obligasi hari ini, sebenarnya tindak lanjut dari kondisi di seluruh dunia pada treasuries,” kata JJ Kinahan, Kepala Strategi Pasar TD Ameritrade di Chicago.

Ekuitas telah berjuang selama setahun terakhir ketika suku bunga naik lebih cepat daripada antisipasi investor.

Meskipun ada kemunduran, saham AS tetap mendekati level rekor, meningkatkan kekhawatiran tentang valuasi seiring musim pelaporan laba triwulanan yang akan segera dimulai.

Sektor saham finansial merupakan salah satu dari beberapa yang menguat di Wall Street. Sektor ini naik 0,71 persen. Demikian pula sektor saham perbankan yang biasanya mendapat manfaat dari kenaikan suku bunga, naik 0,81 persen.

Adapun saham yang menjadi hambatan terbesar pada indeks S&P adalah kelompok saham FANG, yang berada di antara saham yang membantu mendorong Nasdaq ke rekor tertinggi baru-baru ini. Saham Google induk Alphabet Inc (GOOGL.O) melemah 2,8 persen dan Netflix Inc (NFLX.O) merosot 3,6 persen.

Saham Apple Inc turun 1,76 persen, dan Amazon.com Inc merosot 2,22 persen. Kedua perusahaan membantah laporan Bloomberg bahwa sistem mereka telah disusupi oleh chip komputer berbahaya yang dimasukkan intelijen China.

“Investor khawatir. Apakah ada lebih banyak bagian dari rantai pasokan teknologi global yang diretas?,” kata Michael O’Rourke, Kepala Strategi Pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut.

Sumber: Liputan6