Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Prospek Jangka Menegah, IHSG Ke 5.524

rifanfinancindo

Rifan Financindo – Semarang,?Bursa Amerika kembali bergerak mixed, Indeks Dow Jones ditutup 18.404,81 atau melemah 27,73 poin (-0,15%).

Lagi-lagi Bursa Amerika kembali bergerak mixed setelah mendapat sentimen dari harga minyak WTI ditutup pada level di bawah US$ 40/barel, yakni ditutup US$ 39,68/barel atau melemah 0,46 (-1,15%). Dalam mingguan telah turun 5,3% atau selama sebulan ini telah terjadi penurunan 18,4% . Ini merupakan level terendahnya sejak April 2016.

Penurunan tersebut juga didasari oleh para pelaku pasar mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi global dan pasokan minyak.

Bagaimana dengan sentimen dari dalam negeri ?

Ada sentimen positif untuk sektor properti, di mana Pemprov DKI akan membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk tanah dan bangunan dengan nilai di bawah Rp 3 miliar, namun begitu pembebasan ini hanya berlaku bagi kepemilikan pertama saja.

Sektor batu bara juga mendapat sentimen positif dari negara tirai bambu, China. China yang dulunya adalah produsen terbesar batu bara, beralih menjadi importir.

Pemerintah berencana untuk mengambil royalti tambang dari hulu dan sekarang sedang menyusun simulasi revisi peraturan pemerintah. Nantinya produk tambang yang telah diolah melalui pengolahan dan pemurnian tidak akan dikenakan royalti lagi, seperti nikel matte dan feronikel. Hal ini bisa menjadi sentimen positif untuk sektor industri nikel.

Di Indonesia, setelah bergerak mixed IHSG kembali ditutup pada level 5.373,32 atau mengalami penguatan tipis sebesar 11,75 poin (+0,21%) sangat rawan profit taking untuk jangka pendek meski pada jangka menengah berpotensi menguji level 5.524.

Penguatan IHSG ditopang oleh pembelian bersih asing mencatatkan pembelian sebanyak Rp 2,9 triliun. Dengan sektor Industri Dasar yang mengalami penguatan sebesar 1,94%, di mana saham yang paling sering ditransaksikan adalah saham INTP.

Pelaku pasar saham Indonesia setelah mendapat sentimen positif dari data inflasi, kini sedang menunggu data pertumbuhan ekonomi semester dua nanti yang diharapkan bisa 5,2% pertumbuhannya.

Cermati saham-saham di sektor semen. Setelah menguat 58%, teman-temannya SMCB, SMGR, INTP masih berpotensi menyusul.

Melemahnya Dow Jones dan bursa dunia dapat memberikan sentimen negatif. IHSG masih berada di kisaran positif kemarin diikuti oleh berlanjutnya aksi beli asing. Namun, tren yang overbought dapat menghambat peluang penguatan.