Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Profesi Unik Jadi Gadis Charger, Kesabaran Tinggi Demi Rp 1 Juta/Hari

Rifan Financindo Berjangka Semarang-Bandung-Empat perempuan cantik berpakaian seksi terlihat berseliweran di Munas HIPMI ke-XV di Trans Convention Center, Bandung. Tak ada yang aneh dari keempatnya sampai kemudian mereka berbalik membelakangi Anda.

Pada bagian punggung mereka terpasang layar berukuran sekitar 10 inci serta 8 terminal listrik yang bisa dipakai untuk mengisi daya listrik berbagai peralatan elektronik.

Mereka adalah charging ladies. Peserta Munas ke-XV yang membutuhkan suplai energi bisa langsung menghampiri para gadis cantik ini dan mencolokkan kabel gadget-nya.

Pada bagian punggung mereka terpasang layar berukuran sekitar 10 inci serta 8 terminal listrik yang bisa dipakai untuk mengisi daya listrik berbagai peralatan elektronik.

Pada acara Munas HIPMI kemarin, para peserta yang membutuhkan suplai energi bisa langsung menghampiri para gadis cantik ini dan mencolokkan kabel gadget-nya. Jasa ini tanpa dipungut biaya alias gratis.

Para wanita ini bekerja layaknya sales promotion girl (SPG), tapi tugasnya tidak menawarkan produk melainkan jasa untuk nge-charge gadget. Berapa kira-kira bayaran untuk profesi baru nan unik ini ya?

“Bayarannya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” kata Dian Puspa, Marketing Director Charge Gratis di lokasi?, Senin (12/1/2014).

Bayaran untuk setiap wanita berbeda-beda. Tergantung dari beberapa kriteria wanita cantik tersebut. Bisa dihitung dari tinggi badan, paras, juga berat badan.

“Istilahnya kalau di usher itu ada grade-nya,” kata dia

Jadi gadis charger harus punya kesabaran tinggi. Pasalnya, para gadis ini harus rela tidak banyak bergerak sementara para pengunjung mengisi ulang peralatan elektronik mereka di punggungnya.

Seperti terlihat pada salah satu gadis charger yang satu ini, setelah lama berdiri ia pun memutuskan untuk duduk di depan meja sambil terus melayani pengunjung yang sedang nge-charge.

Salah satu gadis charger yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan sadar betul dengan risiko yang dihadapinya saat menjadi charging ladies. Godaan pria-pria yang mengajak berkenalan, menanyakan nomor ponsel pun tak bisa dihindarkan. Namun, dia mengaku sudah terbiasa dan punya trik untuk menghadapi pria-pria tersebut.

“Pasti ada itu mah, ngobrol, nanya nomor telepon, nanya pin BB. Tapi kalau nggak jelas nggak pernah ditanggapin. Kalau jelas untuk apa, baru dikasih, biasanya nawarin kerjaan,” ceritanya.

Ada banyak cara dari para calon ketua umum (caketum) Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) menarik simpatisan di gelaran Musyawarah Nasional (Munas) XV HIPMI di Bandung. Mulai dari menyediakan makanan gratis dan hingga gadis charger.

calon nomor 2 yaitu Bayu Priawan yang menyediakan charging ladies alias gadis charger. Empat wanita berparas ayu bertugas melayani charger baterai ponsel gratis yang terpasang di punggung wanita-wanita tersebut.