Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Produksi Rusia Berlimpah, Harga Minyak Turun

peak-oil-demand-is-coming-but-heres-why-its-not-good-news-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent turun pada penutupan perdagangan Senin waktu New York, setelah laporan melemahnya data manufaktur China, memicu kekhawatiran berkurangnya permintaan minyak dari negeri dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Selain itu, dilansir CNBC, Selasa, 3 November 2015, rekor tingginya produksi minyak mentah Rusia mengkhawatirkan semakin melimpahnya pasokan minyak global, juga menekan harga minyak.
Minyak AS alias WTI ditutup pada level US$46,14 per barel, atau turun 45 sen (1 persen) dibanding perdagangan sebelumnya.
Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Desember, turun 79 sen ke posisi US$48,78 per barel.
“Produksi minyak OPEC saat ini masih tinggi, ditambah rekor tingginya produksi Rusia dan melemahnya data manufaktur China menyebabkan harga minyak lebih rendah,” kata Carsten Fritsch, analis senior minyak Commerzbank.
Seperti diketahui, harga minyak mentah sudah jatuh lebih dari separuh harga sejak Juni tahun lalu, akibat berlimpahnya pasokan minyak di pasar global.
Pada Senin, Rusia juga merilis data bahwa produksi minyak mentah pada Oktober di negaranya mencapai rekor tertinggi, yakni 10,78 juta barel per hari. Rusia pun mulai memasok pasar tradisional minyak di Moskow.