Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Prestasi Tontowi/Liliyana | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?Richard Mainaky menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pasangan ganda campuran Indonesia,Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, meraih medali emas Olimpiade Rio 2016. Richard merupakan pelatih yang dikenal bertangan dingin dalam membentuk pasangan ganda campuran.

Tontowi/Liliyana berhasil mempersembahkan medali emas pada Olimpiade Rio 2016. Medali emas ini didapat setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12, pada pertandingan yang berlangsung di Riocentro, Pavilion-4, Rabu (17/8/2016).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Tontowi/Liliyana. Dari dua Olimpiade tim ganda campuran dapat perak, kali ini emas disumbangkan Tontowi/Liliyana,” kata pelatih ganda campuran nasional, Richard, seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Keberhasilan Tontowi/Liliyana ini juga mengakhiri penantian 16 tahun Richard sebagai pelatih ganda campuran nasional di Olimpiade. Tangan dingin dia menghasilkan sejumlah pasangan ganda campuran hebat, tetapi baru tahun ini salah satu anak asuhnya bisa meraih medali emas Olimpiade.

Dilansir dari Djarum Badminton, sedikitnya ada lima pasang ganda campuran Indonesia yang bersinar setelah dipoles Richard. Mereka adalah Tri Kusharyanto/Minarti Timur, Nova Widiyanto/Vita Marissa, Nova/Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad/Liliyana, dan terakhir Praveen Jordan/Debby Susanto.

Dua pasangan terakhir tampil luar biasa dalam lima tahun terakhir di All England. Tontowi/Liliyana mencatat hat-trick juara pada 2012-2014, dan menjadi finalis pada 2015.

Tahun ini, giliran Praveen/Debby yang matang. Mereka menjadi juara All England 2016.

“Kalau saya sudah pilih pasangan, tinggal tunggu waktu yang tepat untuk mereka bisa jadi juara,” ucap Richard kepada Djarum Badminton,?beberapa waktu lalu.

“Kenyang” dengan gelar All England, Richard masih menyimpan penasaran untuk medali emas Olimpiade karena prestasi terbaiknya adalah medali perak. Rasa penasaran itu pun tuntas pada Olimpiade Rio 2016.

Kendati demikian, Richard enggan disebut sebagai sosok tunggal keberhasilan pasangan Tontowi/Liliyana meraih medali emas.

“Kemenangan ini bukan karena saya saja sebagai pelatih, tetapi juga dukungan dari asisten pelatih, Nova (Widianto). Dia sangat membantu saya dengan tulus, dia bantu saya sampai capek, makanya saya mau dia ikut ke sini (Rio),” tuturnya.

“Terima kasih juga kepada PBSI dan semua tim atas dukungannya yang luar biasa,? ucap Richard.

Torehan Tontowi/Liliyana ini menjadikan mereka pasangan ganda campuran Indonesia pertama yang sukses menjuarai Olimpiade. Selebihnya, medali emas nomor ganda campuran selalu dimenangi dua negara, Korea Selatan dan China.

Kiprah ganda campuran Indonesia di Olimpiade:

Barcelona 1992 – Tidak dipertandingkan

Atlanta 1996 – Tri Kusharyanto/Minarti Timur, Flandy Limpele/Riseu Rosalina (perempat final),

Sydney 2000 – Tri Kusharyanto/Minarti Timur (perak) Bambang Suprianto/Zelin Resiana (perempat final)

Athena 2004 – Anggun Nugroho/Eny Widiowati (babak kedua), Nova Widianto/Vita Marissa (perempat final)

Beijing 2008 – Nova Widianto/Liliyana Natsir (perak), Flandy Limpele/Vita Marissa (peringkat ke-4)

London 2012Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (peringkat ke-4)

Rio 2016Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (emas), Praveen Jordan/Debby Susanto (perempat final)