Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Prediksi Emas Pada Minggu Ini |PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, Harga emas yang ditutup dari perdagangan hari ini masih berada dalam arus pelemahan menjelang penutupan tahun 2016 seiring menyusutnya volume trading di musim liburan akhir tahun. Sentimen dollar AS yang masih berada dalam zona penguatan juga turut menekan harga emas menjelang penutupan akhir tahun ini. Pada saat penulisan, emas diperdagangkan di kisaran $1132.91 dengan level support sementara di $1128.22 dan resisten sementara di $1137.29.

Jumlah volume trading menjelang penutupan akhir tahun menurun, dan kebanyakan investor menarik dana mereka dari pasar, diperkirakan hingga bulan Januari nanti, pasar akan mulai terlihat aktif kembali. Sementara itu, faktor penguatan dollar pasca terpilihnya Donald Trump juga masih mempengaruhi pergerakan harga dollar AS. Donald Trump yang akan secara resmi duduk di White House sebagai presiden AS ke 45 juga berencana menstimulasi perekonomian AS dengan memangkas pajak dan meningkatkan belanja negara. Hal ini dinilai pihak Federal Reserve akan memacu laju inflasi yang cukup tinggi di tahun 2017. Merespon kebijakan ini, The Fed dinilai telah mengantisipasi melalui meningkatkan suku bunga AS sebesar 25 basis poin pada dua pekan lalu, diikuti oleh proyeksi 2017 dari The Fed yang menyatakan akan ada potensi peningkatan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun 2017 nanti.

Harga emas bergerak sedikit naik dalam perdagangan singkat menjelang liburan akhir pekan pada hari Jumat lalu, namun logam mulia masih membukukan tujuh penurunan mingguan beruntun akibat harapan suku bunga AS yang lebih tinggi beberapa bulan ke depan turut memberatkan.

Emas untuk pengiriman Februari di divisi Comex Bursa Perdagangan New York menguat $2,90, atau 0,26%, untuk mengakhiri minggu di $1,133.60 per troy ons, tidak jauh dari level terendah 11 bulan $1,124.30 disentuh 15 Desember.

Untuk minggu lalu, emas berjangka merosot $3,80, atau 0,33%, penurunan mingguan ketujuh beruntun, kehilangan mingguan beruntun terpanjang dalam lebih dari 12 tahun.

Harga logam kuning telah jatuh tajam sejak Donald Trump terpilih sebagai presiden akibat dolar AS yang melonjak, meningkatnya imbal hasil Treasury dan reli yang memecahkan rekor di Wall Street telah meredam daya tariknya.

Greenback kehilangan tenaga pada hari Jumat lalu, tergelincir dari level 14 tahun tertinggi terhadap sejumlah mata uang lain karena investor mengambil keuntungan jelang akhir tahun.

Indeks dolar turun 0,1% menetap di 103,00 pada penutupan perdagangan Jumat. Indeks tersebut naik ke 103,62 pada hari Selasa, level terkuat sejak Desember 2002.

Analis pasar memperingatkan bahwa prospek emas tetap mendung dalam waktu dekat, mengingat ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi di tahun depan.

Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu tahun di awal bulan ini dan memproyeksikan tiga peningkatan lebih pada tahun 2017.

Logam mulia sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, yang mengangkat biaya kesempatan memiliki aset non-unggulan seperti emas, sementara itu juga meningkatkan dolar di dalam harganya.

Dolar yang kuat dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi biasanya bearish untuk emas. Emas dihargai dalam mata uang dolar dan berjuang untuk bersaing dengan aset terkait imbal hasil ketika biaya pinjaman meningkat.

Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman Maret merosot 11,2 sen, atau 0,7%, pada hari Jumat untuk menetap di $15,75 per troy ons, di dekat terendah delapan bulan pada $15,67 tersentuh Selasa lalu. Pada minggu lalu, perak kehilangan 29,6 sen, atau 2,8%.

Sementara itu, platinum berkurang 1,55%, ke $893,20, menandai penurunan mingguan sebesar 3,7%, sedangkan paladium merosot 0,3% ke $654,85 ​​per ons, mencetak kerugian mingguan sebesar 6,1%.

Di tempat lain dalam perdagangan logam, tembaga untuk pengiriman Maret merosot 2,0 sen, atau 0,82%, pada hari Jumat menjadi berakhir pada $2,479 per pon, catatkan pelemahan mingguan sekitar 3,5%.

Dalam seminggu ke depan, volume perdagangan diperkirakan akan tetap ringan karena libur Natal dan banyak pedagang sudah tutup buku sebelum akhir tahun, mengurangi likuiditas di pasar dan meningkatkan volatilitas.

AS akan merilis laporan kepercayaan konsumen, penjualan rumah lama dan klaim pengangguran, karena para pedagang mencari indikasi lebih lanjut kekuatan ekonomi dan petunjuk tentang jalur masa depan kebijakan moneter.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 26 Desember

Bursa saham di Australia, Selandia Baru, Eropa, Inggris, Swiss, Kanada dan AS akan tetap ditutup, untuk melanjutkan Hari Natal yang jatuh pada hari Minggu.

Semua lantai perdagangan option logam berharga dan dasar akan ditutup libur Natal.

Selasa, 27 Desember

Pasar di Inggris Raya dan Kanada akan tetap ditutup untuk Boxing Day.

AS akan merilis data sektor swasta kepercayaan konsumen.

Rabu, 28 Desember

AS akan merilis data penjualan rumah lama.

Kamis, 29 Desember

AS akan menghasilkan data klaim pengangguran mingguan, persediaan grosir dan defisit perdagangan.

Jumat, 30 Desember

AS akan menutup minggu dengan data aktivitas manufaktur wilayah Chicago.