Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

DIPLOMASI AHY-SBY YANG PENUH STRATEGI | PT RIFAN FINANCINDO

rifan financindo berjangka

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Pertemuan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Gibran Rakabuming Raka bukan sekedar membahas soal isi pertemuan dan menu makanan yang disajikan saja. Ada momen lucu ketika Gibran mengingatkan AHY supaya lebih santai. Bagaimana sih ceritanya?

Awalnya, mereka menanggapi pertanyaan awak media perihal isi pertemuan kemarin di Istana Negara, Jakpus, Kamis (10/8). Seperti diketahui, AHY sowan ke Istana untuk meminta restu ke Presiden Joko Widodo jelang launching The Yudhoyono Institute.

Nah, ternyata Gibran ikutan nimbrung dalam pertemuan tertutup selama lebih kurang 2 jam itu. Seusai pertemuan, Gibran bercerita mengapa dia tiba-tiba ikut ke pertemuan.

“Hari ini saya cuma nemenin makan siang saja. Kan kalian lihat saja pakaian saya seperti ini, tadi spontan saja ada tamu spesial Mas Agus, kan dari dulu saya kepengen ketemu, saja izin Bapak (Jokowi), ‘Pak boleh gabung nggak?’, ‘boleh (jawab Jokowi),” ucap Gibran.

Gibran, yang mengenakan busana kasual, mengaku sengaja menghindangkan menu makan siang untuk AHY. Ia menyajikan gudeg dan bubur lemu. Gibran juga menggoda AHY yang berada di sampingnya.

“Suka nggak Mas?,” tanya Gibran ke AHY.

AHY, dengan lugas tetapi santai, merespons jawaban Gibran. Belum juga selesai berbicara, eh Gibran memotong omongan AHY.

“Enak sekali. Jadi luar biasa, terimakasih Mas Gibran, ini saya juga….” ucap AHY.

“Santai aja lho Mas,” sela Gibran dan sontak suasana dalam ruangan penuh tawa.

AHY pun ikutan tersenyum saat digoda Gibran. Ia kembali melanjutkan responsnya soal santap siang bersama Gibran dan Jokowi.

“Saya dijamu makan sama Pak Jokowi, Mas Gibran juga, tadi disajikan bubur gudeg, yang saya juga baru sekali ini gudeg pakai bubur. Tapi rasanya enak sekali, mudah-mudahan sukses Mas usahanya. Mudah-mudahan, nanti saya ajak teman-teman,” ucap AHY ke Gibran.

Dalam pertemuan tokoh politik, bukan hanya hasil pertemuan yang menarik. Menu makanan dan minuman yang dipilih menjadi media diplomasi atau lobi politik yang juga menjadi perhatian untuk dikulik. Apalagi jika pertemuan tokoh itu sudah lama dinanti-nanti.

Seperti pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keduanya bertemu di Cikeas dan menyantap nasi goreng ‘Jatim Ngawi’ lengkap dengan kerupuk.

SBY memilih nasi goreng dengan rasa pedas, sedangkan Prabowo sedikit rasa pedas atau sedang. Seusai pertemuan tertutup itu, Prabowo memuji nasi goreng yang dihidangkan. Agaknya tak cuma rasa nasi goreng, tapi ada pula kritik ‘pedas’ yang terlontar seusai pertemuan mereka.

SBY-AHY di Antara Diplomasi Nasi Goreng dan Gudeg Bubur LemuFoto: Muhammad Ridho Suhandi/detikcom

Power must not go unchecked. Artinya, kami harus memastikan bahwa penggunaan kekuasaan oleh para pemegang kekuasaan tidak melampaui batas, sehingga tidak masuk apa yang disebut abuse of power. Banyak pelajaran di negara ini, manakala penggunaan kekuasaan melampaui batasnya masuk wilayah abuse of power, maka rakyat menggunakan koreksinya sebagai bentuk koreksi kepada negara,” kata SBY.

Dari diplomasi nasi goreng itu, SBY dan Prabowo sepakat bekerja sama tanpa harus membentuk koalisi. Agus Yudhoyono juga ikut dalam pertemuan ini.

Sajian makanan dalam pertemuan khusus juga terjadi saat putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bertemu dengan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Gibran meracik sendiri menu gudeg dan bubur lemu untuk AHY.

Mereka pun menyantap gudeg dan bubur lemu itu bersama-sama dengan Jokowi. Seusai makan siang, Gibran menceritakan bahwa dirinya memang sudah ingin sekali bertemu dengan AHY.

SBY-AHY di Antara Diplomasi Nasi Goreng dan Gudeg Bubur Lemu
Foto: Bagus/detikcom

“Tadi spontan saja, ada tamu spesial, Mas Agus, kan dari dulu saya ingin ketemu. Saya (minta) izin Bapak (Jokowi), ‘Pak, boleh gabung nggak?’, ‘Boleh (jawab Jokowi)’,” ungkap Gibran di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Kamis (10/8).

“Saya langsung lari ke Istana. Saya izin ke bapak juga, ‘Pak, ini kan yang datang Mas Agus, boleh saya masakin sesuatu nggak?’, saya masakingudeg dan bubur lemu, gudeg tapi makannya pakai bubur,” lanjutnya.

Gudeg dan bubur lemu yang disajikan Gibran ke AHY.
Gudeg dan bubur lemu yang disajikan Gibran ke AHY. (Bagus/detikcom)

“Saya masakin gudeg bubur lemu, gudeg tapi makannya pakai bubur. Suka nggak, Mas?” ujar Gibran, yang kemudian bertanya kepada AHY di sampingnya.

“Enak sekali, jadi luar biasa terima kasih Mas Gibran, ini saya jugaa…,” jawab AHY.

“Santai aja loh, Mas,” ucap Gibran, yang membuat suasana makin cair.

Pertemuan keduanya diakhiri dengan berfoto bersama dan salam komando.

Leave a Reply