Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

PNBN Tingkatkan CAR Atasi Resiko Kerugian Saham, Sahamnya Masih Konsolidasi

pnbn-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Saham PT. Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) yang sedang konsolidasi setelah alami tekanan hebat sejak perdagangan bulan April lalu, dikhawatirkan akan tertekan kembali pasca rencana jual saham pemegang saham terbesar kedua bank tersebut pekan depan.

Salah satu grup perbankan besar di Australia- ANZ Bank yang selama ini memiliki 39% saham PNBN akan menjual sahamnya oleh tekanan ekonomi yang sedang terjadi di negara berkembang. ANZ akan menjual sekitar 9,3 miliar lembar saham PNBN atau senilai $720 juta (Rp10 triliun)

Menyikapi kondisi ini, PNBN berusaha meningkatkan CARnya sehingga perusahaan meningkatkan aktivanya kembali terhadap kerugian penjualan saham tersebut. Hal yang sedang dilakukan bank ini merevaluasi aset tetapnya, sehingga rasio CAR meningkat, rasio CAR yang dimiliki PNBN kini 16,45%. PNBN menargetkan pada kuartal III-2015 ini rasio CAR meningkat menjadi 20%.

Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester I-2015 lalu, PNBN alami penurunan laba hingga 29,9% dari perolehan tahun 2014. Keuntungan yang didapat perusahaan hanya Rp987,69 miliar atau Rp41,00 per saham sedangkan tahun lalu bisa mencapai Rp1,41 triliun atau Rp58,51 per saham.

Menurunnya laba bersih PNBN periode tersebut disebabkan meningkatnya beban dan utang perseroan, karena pendapatan yang diterima alami pertumbuhan sebesar 12,23% menjadi Rp8,26 triliun dari perolehan? Rp7,36 triliun pada tahun 2014.

Untuk pergerakan sahamnya terkini di lantai bursa, saham PNBN berhasil menguat hingga 2,6% hari Selasa (25/8) ke posisi? Rp1000 per lembar sahamnya bahkan sempat mencapai posisi tertinggi di 1030 dan terendah di 980 dengan volume perdagangan sekitar 12,9 juta saham.

Pergerakan saham PNBN hari ini menurut analyst Vibiz Research Center secara teknikal masih menunjukkan trend penurunan dan akan bergerak dalam kisaran 1045-960.