Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

PLN: Pemprov DKI Janji Lunasi Tunggakan Listrik Setelah APBD Cair

pln

Rifan FInancindo Berjangka Semarang – Listrik di beberapa kantor milik Pemprov DKI terpaksa harus diputus karena tunggakan bayaran. Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengatakan Pemprov DKI akan segera melunasi tunggakan tersebut setelah dana ABPD DKI cair.

Plh Deputi Manager Komunikasi PLN distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Chandra mengatakan, Pemprov DKI sudah melakukan komunikasi dengan PLN, dan berjanji akan segera melunasi tunggakan yang nilainya hingga miliaran rupiah itu.

“Sudah ada komunikasi, sudah berhubungan langsung. Ada janji pelunasan, ini karena masalah pencairan APBD DKI yang terlambat. Nanti setelah cair katanya akan segera dilunasi,” ujar Chandra saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/12/2014).

Chandra mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan pemutusan sementara di beberapa kantor milik Pemprov DKI. Surat pemberitahuan juga telah disampaikan.

PLN menekankan, pemutusan tersebut sudah sesuai dengan aturan bagi siapa saja yang terlambat melakukan pembayaran. “Kalau melebihi batas waktu pembayaran, itu diputus dan berlaku untuk semua pelannggan, bukan cuma Pemprov DKI. Kami sudah menekankan aturannya seperti itu. Nanti setelah dilunasi akan disambung kembali,” jelas Chandra.

PLN mengatakan, Dinas Pertamanan DKI menunggak listrik selama 4 bulan dengan tagihan sebesar Rp 5,6 miliar. Namun Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI Jakarta Nandar Sunandar mengaku hanya menunggak tagihan selama dua bulan, yaitu sebesar Rp 2,6 miliar. Penunggakan itu lantaran APBD 2014 yang terlambat diteken.

Selain Dinas Pertamanan, pihak PLN juga memutus listrik di kantor-kantor walikota, termasuk rumah pompa dan puskesmas. Meski listrik diputus, pelayanan warga dipastikan tidak mengalami gangguan. Untuk mengatasi listrik mati, Pemda menggunakan genset.

Masalah pemutusan listrik ini juga sudah sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia menyesalkan bawahannya di Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI diputus PLN karena ada penunggakan tagihan hingga miliaran rupiah.

“Makanya di kita ini aneh-aneh, di kami beli truk saja bisa hilang. Makanya saya ngotot sistem e-budgeting supaya saya bisa kontrol harganya. Kalau nggak, setan gendoruwo juga bisa ketik dan main hilangin (anggaran-red) saja, terus nggak ada yang mau ngaku,” jelas Ahok di Balai Kota DKI, Senin (22/12).