Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

PERSIAPAN MENUJU PILKADA DKI JAKARTA PUTARAN KEDUA | RIFANFINANCINDO

rifanfinancindo

RIFANFINANCINDO

Rifanfinancindo – Semarang, KPU DKI Jakarta menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada putaran kedua pilgub sebanyak 7.218.254. Sebelum angka tersebut ditetapkan, sempat ada pengurangan jumlah DPT hingga 150 ribu.

“Selain ada penambahan itu, ada juga pengurangan sejumlah 130 ribu jumlah pemilih yang tidak lagi atau yang dinyatakan sudah pindah. Ditambah 20 ribu yang meninggal dunia,” ujar Komisioner KPU DKI Dahliah Umar.

Pemilih DPT pilgub DKI putaran kedua yang ditetapkan tanggal 6 April merupakan hasil dari DPT putaran pertama, DPTB putaran pertama, pemilih yang diberi suket (surat keterangan) oleh dinas dukcapil (kependudukan dan catatan sipil). Selain itu, menurut Dahliah, penambahan DPT juga dari pemilih yang akan berumur 17 tahun pada bulan April, dan pendaftaran secara aktif tanggal 6-13 Maret.

“Jadi, pemilih DPT putaran dua itukan terdiri dari DPT putaran pertama, DPTB putaran pertama, pemilih yang diberi suket oleh dukcapil, pemilih yang akan 17 tahun pada bulan April dan pemilih yang daftar secara aktif antara tanggal 6-13 Maret. Itu adalah seluruhnya yang kami catat untuk pemilih putaran kedua,” jelasnya.

Selain itu, Dahlia juga menjelaskan adanya penambahan jumlah suket. Pada putaran pertama, jumlahnya 84.564, sedangkan pada putaran kedua bertambah 54.150.

“Kalau suket pada putaran pertama itu jumlahnya 84.564 pada putaran kedua per 14 Februari sebelum hari antara 16 Februari sampai 13 April ada penambahan 54.150. Jadi, total penerima suket di putaran pertama dan kedua adalah 138.714,” pungkasnya.

Menko Polhukam Wiranto mengikuti pembekalan dan persiapan Pilkada DKI putaran dua. Di depan 22 ribu anggota TNI dan Polri, Wiranto menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo untuk menjamin hak masyarakat DKI dalam menyalurkan aspirasinya.

“Presiden menyampaikan pesan, biarkan masyarakat DKI menjalankan pilihannya dengan bebas, tanpa intimidasi atau ancaman dari manapun,” kata Wiranto di Econvention Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2017).

Dia mengatakan, pembekalan sekaligus apel yang dilaksanakan kali ini demi memastikan keamanan terus bisa dijaga hingga selesainya hari pencoblosan. Menurutnya, Pilkada adalah ajang pesta demokrasi agar masyarakat dapat seluasnya dan sebebasnya menyampaikan aspirasi politiknya.

“Ini merupakan satu pesta demokrasi yang harus dijalankan dengan suka cita. Menyalurkan aspirasi seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya. Sehingga masyarakat DKI yang punya hak pilih bisa menjalankan Pilkada dan dapatkan gubernur DKI yang berkualitas dan berintegritas,” tuturnya.

Wiranto menegaskan, untuk mewujudkan kelancaran hal tersebut aparat keamanan tidak akan segan menindak bila ditemukannya gangguan.

Di lokasi yang sama turut hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain itu ada KASAD Jenderal Wuryanto dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan serta Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi.

Masa pencoblosan pilgub DKI putaran kedua akan berlangsung pada esok hari. Katib Syuriyah PBNU, Asrorun Niam Sholeh, berpesan masyarakat menjaga kondusifitas pilgub DKI demi terwujudnya pesta demokrasi yang aman dan lancar.

“Agar masyarakat berpartisipasi dalam menjaga kondusifitas, agar pilkada berjalan secara aman, lancar, jujur, dan adil. Jika menemukan indikasi kecurangan atau potensi kerawanan segera koordinasi,” ujar Niam.

Asrorun juga mengimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Ia mengatakan memilih pemimpin merupakan tanggungjawab sebagai warga negara.

“Segenap warga Jakarta, khususnya warga NU untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pilkada Jakarta dengan memilih yang terbaik, sesuai kaidah dan tuntunan organisasi. Bagi NU, memilih pemimpin bukan sekadar hak, tetapi sebagai wujud tanggungjawab warga negara dan umat beragama,” kata Asrorun.

“Hak pilih yang diberikan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik dunia maupun akhirat,” sambungnya.

Hari ini merupakan hari terakhir masa tenang pilgub DKI. Pada hari Rabu (19/4), warga DKI akan melaksanakan pesta demokrasi dengan mencoblos salah satu pasangan calon. Sebelumnya, cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno sama-sama membacakan deklarasi pilgub DKI pada hari Senin (17/4).