Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Persediaan Bensin di AS Meningkat, Harga Minyak Anjlok Lagi

oil1-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah pada akhir perdagangan Kamis dini hari tadi mengalami penurunan yang mantap setelah pada perdagangan sebelumnya sempat menguat (6/8). Harga minyak mentah tergerus setelah dirilis data bahwa pasokan bensin di Amerika Serikat mengalami peningkatan. Fase musim menyetir di musim panas sudah hampir berakhir.

Pekan lalu bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan, sementara persediaan bensin dan minyak distilasi mengalami kenaikan. Pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 4,4 juta barel pekan lalu.

Harga minyak mentah Brent telah membukukan penurunan bulanan sebesar 18 persen sepanjang bulan Juli lalu. Harga minyak mentah WTI melempem sebesar 21 persen sepanjang bulan Juli, membukukan penurunan bulanan terbesar sejak krisis keuangan global tahun 2008 lalu.

Harapan kenaikan pasokan minyak mentah datang dari Iran. Setelah Negara tersebut mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya dengan Negara-negara yang berunding dengannya Iran diharapkan akan menunjukkan kenaikan output pengeboran minyak mentah sebesar 500 ribu barel per hari. Segera setelah sanksi ekspor diangkat Negara tersebut akan segera mengenjot produksinya.

Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah WTI berjangka untuk kontrak September ditutup pada posisi 45,15 dollar per barel. Harga komoditas ini mengalami penurunan signifikan sebesar 59 sen atau setara dengan 1,3 persen. Penutupan ini merupakan yang terendah sejak tanggal 19 Maret lalu.

Harga minyak mentah Brent di akhir perdagangannya mengalami penurunan sebesar 60 sen. Harga komoditas ditutup pada posisi 49,50 dollar setelah sempat anjlok ke level paling rendah sejak tanggal 30 Januari 2015 pada perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan pagi ini harga minyak mentah terpantau masih berpotensi untuk melanjutkan pergerakan melemahnya. Harga minyak mentah saat ini berada pada posisi 45,21 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk melanjutkan penurunan yang sempat terhenti pada perdagangan malam tadi. Sentimen negatif masih sangat kuat terjadi di pasar.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 47,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 49,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang makin melemah harga akan menemui support pada posisi 43,00 dollar dan 40,00 dollar.