Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Permintaan Minyak di Musim Panas Meningkat, Harga Terbang Tinggi

peak-oil-demand-is-coming-but-heres-why-its-not-good-news-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah kembali bergerak dalam volatilitas tinggi dan ditutup menguat tajam di akhir perdagangan Rabu dini hari (10/6). Harga komoditas ini melonjak setelah terjadi peningkatan permintaan musiman di negara-negara maju. Di samping itu ekspektasi turunnya produksi shale di Amerika Serikat menurunkan dampak dari pembengkakan pasokan minyak mentah global.

Dalam outlook energi jangka pendeknya Energy Information Administration menaikkan proyeksi pertumbuhan produksi minyak mentah di tahun 2015 menjadi 690 ribu barel per hari dari 530 ribu bph. Tetapi lembaga tersebut menurunkan proyeksi untuk tahun 2016 menjadi 160 bph dari proyeksi sebelumnya yang ada di level 200 ribu bph.

Sementara itu pertumbuhan permintaan diperkirakan mengalami peningkatan menjadi 380 ribu bph dari proyeksi bulan lalu di level 340 bph untuk tahun 2015. Untuk rahun 2016 proyeksi permintaan tetap di level 70 ribu bph.

Di akhir perdagangan Selasa dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Juli terpantau ditutup dengan membukukan kenaikan mantap. Harga komoditas ini ditutup melejit sebesar 2,0 dollar atau 3,44 persen di posisi 60,14 dollar per barel.

Harga minyak mentah Brent juga tampak mengalami penguatan yang signifikan. Harga ditutup melonjak sebesar 2,40 dollar pada posisi 65,00 dollar per barel.

Pada perdagangan pagi ini harga minyak mentah terpantau makin terbang tinggi. Harga minyak mentah diperdagangkan pada level 60,54 dollar per barel, mengalami open gap dibandingkan posisi penutupan perdagangan dini hari.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia akan cenderung mengalami kenaikan. Saat ini indikator teknikal sudah mengisyaratkan terjadinya rebound dari pola bearish menuju pola bullish.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 62,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 64,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi 58,00 dollar dan 56,00 dollar.