Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Permintaan Bakal Pulih Semester II/2021, Brent Sentuh Level Tertinggi Sejak April 2019

minyak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada akhir perdagangan Selasa (15/6/2021), didukung ekspektasi pulihnya permintaan pada paruh kedua 2021.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik US$1,13 atau 1,6 persen, menjadi ditutup pada US$73,99 per barel. Patokan global ini sempat mencapai US$74,07 per barel, tertinggi sejak April 2019.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli menguat US$1,24 atau 1,8 persen ke level US$72,12 per barel. WTI mencapai sempat US$72,19 per barel kemarin, tertinggi sejak Oktober 2018.

Pedagang minyak terbesar dunia mengatakan pada Selasa (15/6) bahwa mereka memperkirakan harga minyak tetap di atas US$70 per barel karena permintaan diperkirakan akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada paruh kedua 2021.

Kepala Eksekutif Vitol, Russell Hardy memperkirakan harga minyak akan bergerak antara US$70 dan US$80 per barel untuk sisa tahun ini, dengan harapan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) menjaga disiplin pasokan, bahkan ketika ekspor Iran dapat dilanjutkan jika Amerika Serikat bergabung kembali dengan perjanjian nuklir dengan Teheran.

“Kami telah mengalami penarikan-penarikan stok tersebut selama beberapa bulan, pasar menuju ke arah yang benar,” kata Hardy kepada FT Commodities Global Summit.

Kepala Eksekutif Trafigura, Jeremy Weir mengatakan pada acara yang sama ada peluang bagus harga bisa mencapai US$100 per barel karena penurunan cadangan sebelum dunia mencapai puncak permintaan minyak.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Produsen OPEC+ secara bertahap melonggarkan pembatasan produksi dalam beberapa bulan terakhir.

“Keputusan OPEC+ untuk terlalu berhati-hati dalam mengembalikan pasokan ke pasar, apakah ini benar-benar hati-hati atau mereka sengaja menaikkan harga minyak, telah menjadi penghela utama dalam melihat Brent US$73 per barel,” kata Louise Dickson, analis pasar minyak di Rystad Energy.

Stok minyak mentah AS turun 8,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 Juni, menurut dua sumber pasar, mengutip angka American Petroleum Institute pada Selasa (15/6/2021). Persediaan bensin naik 2,85 juta barel dan stok sulingan naik 1,96 juta barel, data menunjukkan, menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim.

Data resmi pemerintah akan dirilis pada Rabu waktu setempat.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS telah jatuh selama empat minggu berturut-turut, turun sekitar 3,3 juta barel pekan lalu. Data industri akan dirilis pada Selasa pukul 16.30 waktu setempat, diikuti oleh angka resmi pada Rabu pagi waktu setempat.

Investor dan pedagang juga mengamati hasil pertemuan dua hari Federal Reserve AS yang dimulai pada Selasa (15/6/2021) untuk sinyal tentang kapan akan mulai mengurangi stimulus moneter.

The Fed bersiap-siap untuk memperdebatkan bagaimana dan kapan mulai mengurangi program pembelian aset besar-besaran yang membantu mendukung ekonomi AS selama pandemi.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG