Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Penyidik KPK Novel Baswedan Disiram Air Keras | RIFANFINANCINDO

rifanfinancindo

RIFANFINANCINDO

Rifanfinancindo – Semarang, Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali diteror. Teror kali ini berupa penyerangan fisik. Wajah Novel disiram air keras oleh seseorang setelah salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.  “Sekarang di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading,” kata Emil, istrinya, Selasa, 11 April 2017.

Menurut Emil, Novel meninggalkan telepon seluler di rumahnya. Ia mendapat kabar dari tetangga-tetangganya bahwa Novel disiram air keras dan dilarikan ke rumah sakit. Saat ini Novel masih ditangani tim medis di Unit Gawat Darurat RS Mitra keluarga.

Novel telah beberapa kali mendapat teror. Tahun lalu, Novel ditabrak mobil ketika sedang mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan. Novel juga dipidanakan atas meninggalnya tahanan, ketika ia menjadi penyidik di Bengkulu, yang telah terjadi pada 2004.

Semua teror itu datang setelah Novel memimpin penyidikan berbagai kasus besar, di antaranya kasus korupsi simulator SIM di Kepolisian. Terpidana kasus ini adalah Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Novel sekarang sedang menyidik perkara megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Machfud Arifin mengatakan satu terduga teroris yang berhasil diamankan tidak mungkin bisa ditanyai nama-nama identitas enam terduga teroris yang tewas. Sebab, dia diduga memiliki gangguan kejiwaan.

“Bagaimana dia bisa ditanyai. Keluarganya sudah telepon kalau yang bersangkutan pernah dirawat di RS Jiwa Menur Surabaya,” tutur Machfud, Minggu 9 April 2017.

Dalam baku tembak tim gabungan Densus 88, Polres, dan Kodim Tuban di ladang jagung di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, dari tujuh pelaku terduga teroris, enam terduga teroris tewas tertembak. Kejadian baku tembak itu berawal dari kejadian tujuh terduga teroris mengendarai Daihatsu Terios bernomor polisi H 9037 BZ dari arah barat (Semarang) ke timur.

Sesampai di Pos Lantas Jati Peteng, di Kecamatan Jenu, terduga teroris sempat empat kali menembak dua petugas yang berjaga di pos jaga lantas, tapi meleset. Insiden ini terjadi pada Sabtu pagi 8 April 2017, sekitar pukul 10.00.

Dua petugas Polsek Jenu yang memperoleh informasi dari petugas Lantas di Jati Peteng, kemudian menghadang. Terduga teroris berbalik arah masuk SPBU kemudian kembali menuju ke arah barat.

Menurut anggota Polsek Jenu Iptu Irawan, polisi mengejar mobil patroli terduga teroris. Akhirnya mobilnya berhenti di tepi jalan raya pantura di Desa Beji, Kecamatan Jenu. Mobil yang dimanfaatkan tujuh terduga teroris dari anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) tersebut hasil sewaan di Semarang. Mereka tidak ada beban ketika meninggalkan kendaraannya di tepi jalan begitu saja ketika melarikan diri.

Enam orang yang diduga teroris tewas setelah terlibat baku tembak di persawahan Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, dengan aparat gabungan dari Polres Tuban, Komando Distrik Militer Bojonegoro, dan dibantu dari Korps Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Sabtu malam 8 April 2017, polisi membawa enam janazah terduka teroris ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Tim dokter forensik RS Bhayangkara dibantu seorang profesor dari Universitas Airlangga Surabaya sejak melakukan identifikasi forensik.

Dari TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 1 kotak amunisi berisi 42 butir, 6 pucuk senpi rakitan laras pendek, 6 butir peluru, 4 buah sangkur, 1 bendel buku jihat, dan sebuah buku panduan pendidikan militer. Selain itu KTP atas nama Endar Prasetyo, Satria Aditama, SIM B1 umum an Adi Handoko, SIM C an Yudistira Rostri Prayogi, dan paspor an Satria Aditama.

Barang bukti terduga teroris anggota jamaah Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Tuban, Jawa Timur, termasuk mobil warna putih Terios dibawa ke Mapolda Jawa Timur. Kecuali satu terduga teroris Tuban yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Kepala Humas Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisari Elis Suendayati enggan menjelaskan soal terduga teroris tersebut. “Itu bukan kewenangan kami untuk menjelaskan, tetapi Densus 88,” ucapnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ada dua orang yang terlibat dalam kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, pada Selasa pagi, 11 April 2017. Argo mengatakan penyerang masih belum diketahui identitasnya dan menggunakan sepeda motor.

“Jadi ada dua (orang), yang satu yang menyiram (air keras) dan yang satu pegang motor,” kata Argo.

Menurut Argo, kejadian ini terjadi sekitar pukul 05.10. Saat itu, Novel baru saja selesai melaksanakan ibadah salat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat akan pulang menuju rumahnya, Novel kemudian dihampiri oleh kedua pelaku dengan menggunakan motor.

“Pelaku langsung menyiram dengan gunakan air keras dan mengenai mukanya,” kata Argo. Seusai menyerang, kedua pelaku pun langsung kabur.