Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Penyakit Hoax Dari Internet

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Perkembangan teknologi membuat akses terhadap beritan dan informasi menjadi lebih mudah, termasuk informasi soal penyakit dan kesehatan. Sayangnya, sebagian oknum memanfaatkan hal tersebut untuk membuat penyakit palsu dan meresahkan masyarakat.

Penyakit palsu atau hoax disease tak jarang menimbulkan kepanikan. Padahal penyakit tersebut tak bisa dibuktikan keberadaannya, atau bahkan belum tergolong sebagai penyakit.

Nah, dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut 3 penyakit palsu dari internet yang sempat meresahkan masyarakat.

1. Blue Waffle

Blue Waffle merupakan penyakit menular seksual yang dikatakan hanya bisa menyerang wanita. Penyakit ini disebut-sebut membuat vagina wanita mengalami infeksi dan berwarna biru.

Dr Elizabeth Boskey, PhD, dalam blog pribadinya mengatakan tidak ada penyakit menular seksual yang dapat membuat vagina wanita menjadi biru, apapun penyakitnya. Ia mengatakan penyakit blue waffle palsu dan tidak sesuai dengan literatur kedokteran manapun.

Menurutnya, penyakit ini bersumber dari kesalahpahaman, di mana seorang wanita memposting foto dirinya sehabis menggunakan obat salep untuk mengatasi infeksi jamur di vagina. Hal ini membuat kulit sekitar vagina menjadi biru dan menimbulkan asumsi adanya penyakit.

“Hal ini menimbulkan kepanikan pada remaja yang menyebut blue waffle muncul karena terlalu banyak melakukan hubungan seks. Saya katakan, vagina Anda tidak akan berubah menjadi biru kecuali Anda bercinta menggunakan pewarna buatan, yang nantinya memang bisa memunculkan infeksi kulit,” urainya.

2. Bufala disease

Sebuah video di laman facebook mengagetkan pengguna internet. Video tersebut menunjukkan bekas luka bolong-bolong di bagian bahu, yang disebut-sebut muncul setelah menggunakan salah satu merek sampo tertentu.

Rumor tersebut berkembang sekitar tahun 2014 dan membuat pengguna internet khawatir. Namun situs internet Snopes yang sering mengupas kabar palsu dan hoax di internet memastikan bahwa penyakit ini palsu.

“Postingan video dibuat dengan menggabungkan gambar biji bunga lotus bekas peradangan di bahu seorang wanita. Ini tidak ada hubungannya dengan penggunaan sampo merek tertentu,” ujarnya.

3. Trypophobia

Trypophobia merupakan sebuah kondisi fobia yang bisa dibilang cukup jarang. Orang dengan fobia ini memiliki ketakutan yang luar biasa terhadap segala jenis lubang. Dalam beberapa kasus yang sering dilaporkan, umumnya rasa takut ini muncul saat melihat beragam benda-benda alam dan buatan, termasuk sarang lebah, polong biji teratai, karang, dan bahkan roti manis yang memiliki struktur berongga.

Arnold Wilkins dan Geoff Cole dari University of Essex’s Centre for Brain Science merupakan yang pertama kali menyebut fenomena ini. Meskipun belum diakui secara resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V), banyak ilmuwan dan psikolog menjaga eksistensi klinis trypophobia.

Menurut LiveScience, rangsangan fobia ini dapat menyebabkan munculnya migrain, serangan panik, berkeringat panas, dan lonjakan detak jantung pada mereka yang mengalaminya. Tak sedikit pula yang berespons dengan menggigil, timbul rasa gatal, gemetar, dan bahkan menangis.

“Trypophobia bukanlah hal yang nyata. Tidak semua ketakutan dapat dikategorikan sebagai fobia, apalagi jika sumbernya dari internet,” tutur psikiater Carol Mathews.