Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

PENIPU PAKAI HELM HIJAU UNTUK MEMBELI BATU BATA, PENGGANDAAN UANG KEMBALI BERAKSI | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rembang menangkap seorang lelaki bernama Suwarno alias Pak Ndut (60), warga Desa Dukuhseti RT 01/RW 02, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pak Ndut diringkus lantaran mengaku-ngaku sebagai anggota TNI ( Kodim 0720 Rembang ) untuk memperlancar aksi penipuannya.
Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengatakan, pelaku mengaku sebagaik anggota TNI itu dengan tujuan menebar pesona atau mencari mangsa. Menurut Kapolres, tersangka telah membawa kabur sebuah sepeda motor milik Sugiarto, warga Desa Kerep RT 01 RW 01, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Peristiwa penipuan tersebut terjadi [ada Sabtu (8/4/2017) sekitar pukul 11.00.
Kronologi penipuan bermula ketika tersangka bersama temannya, Rokhani (buron), mendatangi toko material milik korban di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Untuk menyakinkan korban bila tersangka adalah anggota TNI, saat itu tersangka membawa helm warna hijau. Sesampainya di toko bangunan, Rokhani berpura-pura pergi meninggalkan tersangka sendirian di lokasi kejadian.
Tersangka lalu memesan bata batako kepada korban, yang dalihnya untuk pembangunan Asrama Kodim. “Aku pesen batako rong meter kanggo pager Asrama Kodim. (aku pesan batako untuk pembangunan pagar asrama kodim sepanjang dua meter),” kata tersangka kepada korban saat itu.

Tersangka kemudian meminjam sepeda motor dengan dalih akan mengambil uang di mesin ATM. “Setelah ditunggu lama dan hingga berhari-hari oleh korban, tersangka tidak pernah kembali. Dari situ korban kemudian melapor ke polisi,” kata Kapolres Rembang.
Kasat Reskrim AKP Ibnu Suka menegaskan bila tersangka bukan anggota TNI. Saat dilakukan penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor Honda Vario K2793FM warna merah. “Tersangka saat ini sudah berada di sel Mapolres Rembang. Ia KUHP Pasal 378 dan atau Pasal 372 tentang penipuan,” terang Kasat Reskrim.

Kondisi kejiwaan Yulanto (50), korban penggandaan uang tersangka Joko Nugroho (57) saat ini labil paska kasusnya terungkap.
Bahkan korban seperti orang yang linglung.
“Korban sekarang jadi pendiam,” ungkap Kapolsek Pagu, AKP Bowo Wicaksono kepada SURYA, Jumat (30/6/2017).
Sebelum beraksi tersangka Joko Nugroho diduga mempengaruhi korban agar bersedia memberikan mahar sebesar Rp 15.000.000.
Tersangka beralasan uang sebanyak itu dipakai untuk biaya ritual penggandaan uang dengan cara menarik uang dari dimensi lain (gaib) yang dipercaya sebagai harta karun dari keraton Ngajogjokarto.
Yulianto warga Desa Padangan Kecamatan Kayen kidul Kabupaten Kediri itu seperti terhipnotis dan menuruti semua yang diperintahkan oleh tersangka.
Pihak keluarga korban menduga bahwa Yulianto telah digendam oleh tersangka.
Dibuktikan sikap korban ke keluarga berubah drastis setelah mengenal tersangka yang awalnya mengaku bernama Dimas itu.
Meski berulang kali telah diingatkan oleh pihak keluarga, korban tetap bersikukuh dan mempercayai hal yang berbau klenik tersebut.
“Anak korban sempat diusir dari rumah gara-gara mengingatkan korban,” ujar Kapolsek Pagu, AKP Bowo Wicaksono kepada SURYA, Jumat (30/6/2017).

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang mengorek informasi dari saksi yakni anak korban yang masih berstatus mahasiswa Uniska Kediri Prodi Manajemen di kantor penyidik Polsek Pagu.
Keterangan dari saksi itu dipakai untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) lanjutan.
Sedangkan untuk tersangka telah dititipkan ke rumah tahanan (Rutan) Polres Kediri.
“Kasusnya tetap lanjut. Saat ini kami fokus melengkapi berkas dan memeriksa saksi-saksi,” imbuhnya.
Ditambahkannya, pihaknya mengimbau agar masyarakat tak mudah tergiur dengan janji keuntungan besar.
Warga diminta tak gampang percaya dan berpikir secara rasional agar terhindar dari kejahatan penipuan bermodus penggandaan uang.
“Kami membuka layanan pengaduan bagi warga yang merasa jadi korban penipuan oleh tersangka agar melapor ke Polsek Pagu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polsek Pagu, Kediri membongkar praktek penipuan bermodus penggandaan uang.
Tersangka Joko Nugroho ditangkap di rumah korban dengan barang bukti sejumlah alat perdukunan.
Polisi menetapkan Joko Nugroho terbukti melakukan kejahatan penipuan yang melanggar Pasal 372 dan 378 tentang penggelapan dan penipuan.