Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Penguatan YEN, Saham China Melemah

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Surplus neraca berjalan Jepang menyempit tahun ini di bulan Mei untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, seiring penguatan yen baru-baru ini mulai membebani posisi perdagangan negara itu secara keseluruhan.

Surplus transaksi berjalan Jepang, indeks terluas dari perdagangan Jepang dengan seluruh dunia, berkontraksi 2,4% dalam tahunan menjadi 1.809 triliun yen, kementerian keuangan mengatakan hari Jumat. Angka itu masih lebih luas dari yang diharapkan oleh para ekonom yang diperkirakan menjadi surplus 1.747 triliun yen menurut survei The Wall Street Journal dan Nikkei.

Surplus pendapatan utama, yang menghitung pengembalian investasi Jepang di luar negeri, menyempit 5,3% dalam tahunan menjadi 1.898 triliun yen, imbas dari penguatan yen. Neraca perdagangan berayun ke surplus secara tahunan.

Jepang mencatatkan surplus neraca berjalan yang besar dalam beberapa bulan terakhir menyusul melemahnya yen membuat keuntungan dari investasi di luar negeri menjadi lebih berharga dari segi yen, namun penguatan mata uang dalam beberapa bulan terakhir telah mengurangi kembali nilai telah yang diraih.

Sementara surplus transaksi berjalan Mei masih besar, ekonom mengatakan bahwa penguatan yen dan harga bahan bakar global yang lebih rendah membawa turun harga impor, membantu neraca perdagangan nasional menjadi positif. Dengan harga BBM yang mulai menggeliat lagi dan juga yen, ekonom mengatakan bahwa surplus transaksi berjalan Jepang diperkirakan sudah mencapai puncaknya pada awal tahun ini di bulan Maret, di saat negara ini membukukan surplus transaksi berjalan terbesar dalam hampir satu dekade.

Neraca berjalan mengukur perdagangan barang, jasa, pariwisata dan investasi yang dihitung dengan menentukan perbedaan antara pendapatan Jepang dari sumber-sumber asing terhadap pembayaran kewajiban luar negeri dan tidak termasuk investasi modal bersih.

Saham China melemah, dengan indeks acuan Shanghai memangkas kenaikan mingguan kedua nya, menyusulk turunnya saham produsen komoditas dan utilitas.

Shanghai Composite Index turun 0,9 persen, memangkas gain sejak Jumat lalu menjadi 2 persen. China Petroleum & Chemical Corp mengalami penuruna tertajam sejak 24 Juni seiring harga minyak yang menuju kerugian mingguan tertajam dalam lima bulan. Indeks Hang Seng turun dengan HSBC Holdings Plc, yang memiliki bobot tertinggi kedua di indeks, tergelincir setelah S & P global Ratings menurunkan outlook pemberi pinjaman itu menjadi negatif.

Penurunan tersebut terjadi setelah ekspektasi bahwa pemerintah China akan melonggarkan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan membantu indeks Shanghai muncul sebagai salah satu indeks acuan yang berkinerja d antara indeks ekuitas dunia sejak keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Indeks MSCI Asia Pacific melemah seiring investor menunggu laporan payrolls AS hari ini di tengah spekulasi data Juni akan menjadi kunci untuk menentukan apakah Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Indeks ekuitas Shanghai diperdagangkan di level 2,990.04 pada pukul 10:25 pagi waktu setempat, jatuh kembali ke bawah level 3.000 yang merupakan level yang berhasil dilampaui awal pekan ini. CSI 300 Index melemah 0,6 persen. Indeks Hang Seng turun 0,7 persen di Hong Kong sementara indeks untuk perusahaan China yang diperdagangkan di kota kehilangan 0,9 persen.