Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Pemprov Jateng masih Tungu Tiga Daerah yang Belum Setor Nominal UMK

demo-buruh-tuntut-kenaikan-upah-2018_20171115_141810PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, masih menunggu pengajuan nominal Upah MinimumKabupaten/Kota (UMK) dari masing-masing kabupaten/kota. HIngga kini, masih ada tiga kabupaten/kota yang belum mengajukan ke gubernur.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Jateng, Edy Joko Pramono mengungkapkan, pemprov masih menunggu seluruh pengajuan nominal UMK dari kabupaten dan kota. Jika nantinya sudah terkumpul, baru dilakukan verifikasi dan kajian oleh pemprov.

“Kalau sudah masuk maka kita godok. Kita akan melihat ketentutuan-ketentuan yang dipakai, apakah yang dipakai acuan oleh kabupaten/kota sudah sesuai atau belum. Angkanya juga kita perhatikan,” kata Pramono usai menemui perwakilan para buruh di kantor gubernur, Rabu (15/11/2017).

Menurutnya, pemprov tetap akan memerhatikan semua ketentuan yang ada. Baik mengacu pada PP 78 maupun kebutuhan hidup layak (KHL) sesuai permintaan para buruh.

“Masukan dari kabupaten/kota akan kita bahas, normatifnya sudah masuk atau belum, hasil survei lapangan sudah sesuai atau belum. Kalau sudah sesuai maka kita kombinasikan untuk bahan pertimbangan,” katanya.

Adapun, batas akhir keputusan pengajuan dari kabupaten/kota, serta batas akhir gubernur menyetujui usulan dari kabupaten/kota, adalah 21 November 2017.

Sejauh ini, dari 35 kabupaten/kota, masih ada tiga daerah yang belum menyetorkan, antaralain Kota Semarang, Demak, dan Pati.

Pramono menegaskan, jika nominal yang diajukan para bupati/wali kota nantinya dinilai meragukan. Maka pemprov akan memanggil bupati/ wali kota untuk dimintai penjelasan.

“Kalau memang meragukan maka bupati dan wali kota akan dipanggil, apa dan bagaimana bisa muncul angka demikian. Kalau sekiranya sudah sesuai, maka tidak perlu dipanggil,” katanya.

Sementara di luar kantor gubernur, para buruh usai melakukan audiensi, beberapa saat kemudian membubarkan diri dengan tertib.(*)

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply