Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

PELAKU PEMBUNUHAN DOSEN KEDOKTERAN UNDIP MASIH BURON | RIFAN FINANCINDO

20130728151607-tim-labfor-periksa-tanah-lokasi-penemuan-3-mayat-di-magelang-001-isn

RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo – Semarang, Polisi masih memburu Parman (22) tersangka pembunuhan Nanik Tri Mulyani, dokter sekaligus dosen tidak tetap di Fakultas Kedokteran Undip.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji pun menyatakan ultimatum, agar Parman segera serahkan diri.

“Kalau menyerahkan diri, saya jamin keamanannya. Kalau tidak, saya matiin di jalan. Itu janji saya,” tegasnya melalui telepon, Senin (1/5/2017).

Polisi mengevakuasi jenazah korban
Polisi mengevakuasi jenazah korban (DOKUMEN POLSEK SEMARANG TENGAH)

Informasi yang didapat kepolisian, Parman merupakan penghuni kos milik Nanik.

Parman tinggal di kos sekitar dua bulan lalu.

Abi menuturkan belum mengetahui profesi Parman sehari-hari.

Alumni Akpol 1992 itu berujar telah memeriksa keluarga dan kekasih Parman.

“Keluarga di Wonosobo. Kalau pacarnya di Semarang, Sampangan tepatnya. Sudah ada titik terang. Tinggal mau diselesaikan hidup atau mati,” imbuh pria asal Solo itu.

Dikabarkan Tribunjateng.com, kepolisian Sektor (Polsek Semarang Tengah) mengungkap kasus hilangnya Nanik Tri Mulyani (72) warga Jalan Plampitan No 58 Semarang Tengah, Minggu (23/4) lalu.

Supardi, pelaku pembunuhan dosen Undip.
Supardi, terlibat dugaan perampokan dan pembunuhan dr Nanik dosen Undip. (DOKUMEN POLSEK SEMARANG TENGAH)

Nanik ternyata menjadi korban pembunuhan.

Sebelumnya Nanik sempat dilaporkan keluarga menghilang dari rumah. Nanik ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Banjarnegara, 29 April 2017. Jenazah Nanik dibawa ke Semarang.

Dua orang ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus itu.

Mereka adalah Parman (22) dan Supardi (22). Parman adalah penghuni kos. Sedangkan Supardi penjaga kos.

Keduanya warga Dusun Banyu Kembar, Desa Krangen Wetan, Watu Malang, Wonosobo. Lokasi pembuangan mayat Nanik di Banjarnegara, tak jauh dari tempat tinggal mereka.

“Mereka merampok lalu salah satunya membunuh dokter Nanik, dengan cara mencekik. Kalau pelaku tunggal pembunuhan hanya Parman,” kata Abi.

Jenazah dokter Nanik Tri Mulyani tiba di tempat krematorium Kedungmundu Semarang, Selasa 2 Mei 2017. Sekitar pukul 09.45 WIB jenazah korban pembunuhan anak kos itu dikremasi.

Sanak suadara dan kolega berdatangan di Kedunungmundu. Suasana khidmat saat prosesi kremasi dilaksanakan, Selasa, (2/5/2017).

Terlihat anak korban Budi Raharjo Legowo tampak tegar mengikuti prosesi kremasi.

Diberitakan sebelumnya, dokter Nanik Tri Mulyani dosen tidak tetap di Fakultas Kedokteran Undip dilaporkan hilang dari rumahnya di Kota Semarang.

Nanik Tri Mulyani (72), dosen Fakultas Kedokteran Undip semasa hidup
Nanik Tri Mulyani (72), dosen Fakultas Kedokteran Undip semasa hidup (ISTIMEWA)

Selang beberapa hari, ada penemuan mayat di Banjarnegara. Kemudian diidentifikasi sebagai dokter Nanik dan kemudian dibawa pulang ke Kota Semarang.

Polisi berhasil mengungkap kronologi pembunuhan dokter Nanik yang sudah berusia 72 tahun tersebut. Menyedihkan memang. Pemilik rumah kos itu ternyata dihabis oleh dua penghuni kos dengan cara dicekik.

Dokter Nanik yang baru datang dari India (Jakarta) tiba di Semarang kemudian pergoki pelaku sedang mengacak-acak kamar korban. Diduga karena kalap dan panik, pelaku kemudian mencekik korban hingga tewas.