Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Pasokan Minyak Mentah AS Makin Anjlok, Harga Komoditas Bergerak Naik

Gas-and-Oil-Iran-Wiki-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Setelah selama empat sesi berturut-turut mengalami penurunan harga minyak mentah dini hari tadi berhasil ditutup di teritori positif (29/5). Harga minyak mentah mengalami peningkatan terbatas di tengah kabar bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat mengalami penurunan untuk empat pekan berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan rebalancing di pasar minyak mentah AS setelah sekian lama mengalami kondisi kelebihan pasokan.

Diperkirakan pasokan minyak mentah akan kembali menunjukkan penurunan pekan lalu. Survey menunjukkan bahwa penurunan pasokan akan mencapai rata-rata 2 juta barel, menggenapi minggu keempat penurunan pasokan.

Data dari Energy Information Administration Kamis malam menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di negara tersebut mengalami penurunan sebesar 2,8 juta barel minggu lalu. Penurunan pasokan tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan ekespektasi analis yang mengharapkan penurunan sebesar 857 ribu barel saja.

Data penurunan pasokan yang melampaui ekspektasi tersebut membantu harga minyak mentah memperoleh support. Harga komoditas ini telah mengalami tekanan jual tajam seiring dengan rally dollar AS.

Dollar sendiri telah mengalami peningkatan sebesar 4 persen selama 10 hari rally terhadap rival-rival utamanya. Peningkatan dollar memperburuk penurunan harga minyak mentah.

Di akhir perdagangan Jumat dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Juli terpantau ditutup naik sebesar 17 sen atau setara dengan 0,3 persen. Harga komoditas tersebut ditutup pada posisi 57,68 dollar per barel.

Di perdagangan Jumat pagi ini harga minyak mentah berjangka tersebut tampak masih berupaya melanjutkan rebound. Saat ini harga terpantau berada pada posisi 58,30 dollar per barel, sudah mengalami peningkatan sebesar 62 sen dari posisi penutupan perdagangan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia akan mulai bergerak dalam pola menguat. Kemungkinan terjadi rebound teknikal mulai terbuka didukung oleh data yang menunjukkan penurunan pasokan minyak mentah di Amerika Serikat.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami level resistance di 60,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 62,00 dollar. Jika terjadi pergerakan melemah support akan ditemui pada posisi 56,00 dollar dan 55,00 dollar.