Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Pasokan Bensin AS Melonjak, WTI Merosot Hampir 3%

130519_wtiPT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA –  Harga minyak mentah AS merosot hampir 3% pada perdagangan Rabu (6/12/2017) karena lonjakan pasokan bensin yang mengindikasikan penyuling akan membutuhkan minyak mentah lebih sedikit.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari merosot 2,9% atau 1,66 poin di level US$55,96 per barel di New York Mercantile Exchange, penutupan terendah dalam lebih dari dua pekan terakhir. Total volume yang diperdagangkan mencapai 5% di bawah rata-rata 100 hari perdagangan.

Sementara itu, Brent untuk pengiriman Februari ditutup melemah 1,64 poin ke level US$61,22 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Adapun bensin berjangka turun 3,4% ke level US$ 1,6609 per galon, terendah sejak 19 Oktober.

Dilansir Bloomberg, persediaan bensin AS meningkat sebesar 6,78 juta barel pekan lalu, berdasarkan data Energy Information Administration (EIA). Angka tersebut melampaui perkiraan setiap analis dalam survei Bloomberg dan membayangi penurunan mingguan ketiga stok minyak mentah.

“Meskipun stok bensin AS biasanya meningkat pada akhir tahun, kenaikan minggu lalu merupakan jumlah yang lebih besar daripada yang diperkirakan banyak orang,” ungkap Craig Bethune, manajer portofolio senior di Manulife Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak mencapai US$59 per barel bulan lalu untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2015 karena pemotongan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara produsen lainnya termasuk Rusia dipandang cukup berhasil.

Sementara itu, pengebor minyak shale AS membayari kesepakatan OPEC tersebut, karena meningkatkan produksi hampir setiap minggu sepanjang tahun 2017.

Data EIA menunjukkan, cadangan minyak mentah AS menyusut 5,61 juta barel menjadi 448,1 juta pada pekan yang berakhir 1 Desember. Stok bensin naik menjadi 220,9 juta barel, dengan pasokan di wilayah Atlantik Tengah meningkat paling banyak sejak Februari.

“Apa yang kita lihat adalah pasar, setidaknya hari ini, yang lemah di seluruh bursa berjangka. Rilis data statistik tersebut sangat bearish,” ujar Thomas Finlon, direktur Energy Analytics Group LLC di Wellington.

“Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa tingkat utilisasi kilang akan turun dalam enam sampai delapan minggu ke depan. Dengan kondisi musim dingin seperti ini, stok bensin akan meningkat,” lanjutnya.

 

Sumber: market.bisnis.com

Leave a Reply