Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Pasar Akan Tenggelam dalam Limpahan Stok Minyak Mentah

1039074ThinkstockPhotos-517042851780x390

Rifan Financindo Berjangka? – Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa minyak mentah dunia bisa membanjiri pasar dan berpotensi membuat harga minyak mentah akan jatuh lebih rendah lagi. Pasalnya, permintaan akan bahan bakar belum meningkat karena Iran yang kembali melakukan ekspor minyak mentah, setelah sanksinya terkait nuklir di Teheran dicabut.

Dilansir dari Bloomberg, IEA memperkirakan penurunan permintaan minyak global di 2016 diakibatkan oleh perkembangan ekonomi China yang masih lemah dan naiknya proyeksi pasokan minyak negara penghasil minyak di luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Padahal, pasokan negara non-OPEC turun 600 ribu barel per hari pada 2016 ini, akan tetapi dengan kembalinya Iran maka akan mengisi kesenjangan pasokan tersebut pada pertengahan tahun ini. Akibatnya, pasar dunia diperkirakan akan mengalami surplus 1,5 juta barel per hari pada semester pertama.

“Seiring dengan pasokan minyak mentah yang mulai melambat dari negara produsen non-OPEC pada semester kedua tahun ini, kecuali ada perubahan, maka pasar bisa tenggelam akibat kelebihan pasokan,” kata sebuah perusahaan penasihat industri yang berbasis di Paris.

Minyak mentah jatuh ke titik terendah sejak 12 tahun terakhir, dengan harga mencapai kurang dari USD 28 per barel di London. Penghapusan sanksi internasional selama akhir pekan, yang membebaskan Iran untuk menghidupkan kembali ekspor minyak mentahnya, mengancam adanya kelebihan pasokan minyak yang dihasilkan oleh negara sesama anggota OPEC dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, Arab Saudi, eksportir minyak terbesar juga menyatakan tidak akan mengalah dalam strategi mempertahankan pangsa pasar, bahkan di saat jatuhnya harga minyak dunia saat ini.

(mrt)