Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Paparan Asap Rokok pada Anak Bisa Picu Kerusakan Gigi

c096f5dd-0bfb-4038-b707-1a5a584d6d77_43

Rifan Financindo Berjangka – Jangan pernah merokok di dekat anak-anak, karena banyak bahaya yang dihasilkan jika anak-anak terpapar asap rokok. Selain bisa menyebabkan gangguan pernafasan, kerusakan gigi juga bisa terjadi kepada bayi yang terpapar asap rokok.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan The BMJ Today, paparan asap kepada anak usia 4 bulan berkaitan dengan meningkatnya risiko kerusakan gigi di usia 3 tahun. Asap rokok dapat langsung memengaruhi kesehatan gigi dan mikroorganisme dengan berbagai macam, seperti peradangan pada selaput mulut, kerusakan fungsi kelenjar ludah, penurunan kadar vitamin C, serta disfungsi sistem kekebalan tubuh.

Anak-anak yang terpapar asap rokok pasif juga memiliki kadar IgA saliva yang rendah dan tingkat sialic acid yang lebih tinggi. Sialic acid meningkatkan aglutinasi bakteri Streptococcus mutans (S. mutans), yang menyebabkan plak dan karies pada gigi.

Hal ini diketahui setelah tim penelitian dari Jepang mengatur sebuah penyelidikan tentang kaitan merokok saat hamil dan paparan dari asap pada usia 4 bulan pada kerusakan gigi. Mereka menganalisa data dari 76.920 anak yang lahir di antara 2004 dan 2010 yang menghadiri checkup rutin pada pusat kesehatan di kota Kobe, Jepang.

Setiap ibu mengisi kuisoner untuk memberikan informasi tentang paparan asap rokok dari kehamilan hingga usia anak 3 tahun, dan gaya hidup lain seperti kebiasaan diet dan perawatan mulut.

Dari survei diketahui sekitar 55,3% anak-anak berada di dekat perokok dan 6,8% di antara anak juga menunjukkan bukti adanya paparan tembakau. Total ditemukan 12.729 kasus karies gigi yang sebagian besar giginya telah membusuk.

Paparan tembakau pada usia 4 bulan dihubungkan dengan peningkatan sekitar dua kali lipat atas risiko karies. Efek dari ibu yang merokok saat hamil tidak terlalu signifikan secara statistik.

Karena ini penelitian observasional, kesimpulan sebab dan akibat tidak dapat ditarik. Peneliti mengatakan hasil juga mungkin dipengaruhi oleh faktor yang tidak terukur lainnya.

“Paparan asap rokok pada anak usia 4 bulan, dialami oleh setengah dari seluruh anak yang ada di kota Kobe, Jepang, berkaitan dengan karies pada gigi susu. Meskipun penemuan ini tidak dipastikan penyebabnya, kami mendukung perpanjangan untuk kesehatan masyarakat dan intervensi klinis untuk mengurangi asap rokok.” tulis peneliti menyimpulkan seperti dikutip dari Medical News Today pada Jumat (23/10/2015).