Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Pantangan Ketika Menggunakan Sumpit Di Jepang | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?PANTANGAN atau larangan biasanya berlaku untuk hal-hal penting, tapi nyatanya penggunaan alat makan juga ada pantangannya. Di Jepang misalnya, sumpit dijadikan alat yang sakral, jadi menggunakannya juga ada aturan yang harus diterapkan.

Bila Anda berencana pergi ke Jepang atau hanya sekedar makan di restoran Jepang, kenali aturan penggunaan sumpit agar Anda tidak mendapat pandangan sinis dari masyarakat sekitar. Dilansir dari JpnInfo, berikut tiga pantangan penggunaan sumpit saat makan.

Jangan menggigit atau menjilat sumpit

Tidak peduli seberapa lezat makanan yang disajikan, Jepang melarang keras seseorang menggigit atau menjilat sumpitnya. Nilai budaya masyarakat Jepang yang sangat menjunjung tinggi nilai kebersihan, sumpit digunakan sebagai media yang melakukan kontak antara makanan dengan mulut, namun bukan untuk digigit karena sumpit akan menjadi kotor dan ini jadi pemandangan yang tidak sopan.

Pihak restoran memang akan membersihkan seluruh alat makan Anda namum menggigit atau menjilat sumpit tetap dianggap perbuatan yang kotor serta tidak sopan.

Jangan menusukkan sumpit ke nasi

Dalam proses makan pasti ada jeda, misalnya untuk minum. Usahakan untuk meletakkan sumpit pada dudukannya, jangan pernah meletakkan sumpit dengan menusukkan pada nasi. Ini dianggap tidak etis dan melambangkan kematian.

Karena sumpit yang menancap pada mangkuk nasi hanya dilakukan saat prosesi pemakaman dan diletakkan pada nisan almarhum. Meletakkan sumpit yang menancap di nasi akan membuat orang di sekitar Anda akan menatap dengan tatapan ngeri.

Jangan mengoper makanan ke sumpit orang lain

Sumpit digunakan untuk menyuapkan makanan dari piring ke mulut. Bukan mengoper makanan ke sumpit orang lain. Jangan melakukan hal ini jika tidak ingin mendapat tatapan sinis orang di sekitar Anda. Biasanya mengoper benda dari satu sumpit ke sumpit lain dilakukan saat prosesi pemakaman.

Saguri-Bashi

Jangan menempelkan sumpit Anda ke dalam makanan untuk mencari dan secara selektif memilih apa yang Anda inginkan. Hal ini dianggap tidak sopan dan pemilih.

Sashi-Bashi

Jangan mengambil makanan dengan menusukkan sumpit ke dalamnya. Meskipun beberapa item makanan mungkin sulit untuk diambil dengan menggunakan metode yang tepat, menusuk makanan dengan sumpit harusnya tidak dilakukan.

Mayoi-Bashi

Mayoi-bashi adalah ketika Anda menggunakan sumpit Anda pada beberapa hidangan seperti Anda tidak dapat memutuskan makanan mana yang anda ingin ambil. Ini memberikan citra orang serakah. Anda harus membuat pilihan makanan mana untuk diambil terlebih dahulu sebelum mengangkat sumpit Anda.

Neburi-Bashi

Jangan menjilat ujung sumpit Anda. Kelihatannya seperti hal kotor untuk dilakukan terutama ketika Anda menggunakan sumpit untuk mengambil makanan dari piring bersama.

Yose-Bashi

Yose-bashi adalah tindakan menarik piring kedekat anda dengan menggunakan sumpit. Daripada melakukan itu untuk menjangkau hidangan yang agak jauh, lebih baik menggunakan tangan Anda untuk meraih piring tersebut.

Namida-Bashi

Ini adalah big-no untuk meneteskan cairan atau saus dari sumpit Anda. Hal ini tidak hanya buruk jika menetes ke makanan lain, tetapi juga dapat mengotori meja makan.

Tataki-Bashi

Jangan mencoba untuk menekan piring atau cangkir menggunakan sumpit Anda untuk membuat kebisingan. Apakah itu untuk mendapatkan perhatian seseorang atau untuk tujuan menciptakan musik, itu adalah perilaku yang tidak dapat diterima di meja makan.

Watashi-Bashi

Anda tidak harus menaruh sumpit Anda dengan menempatkan mereka di bagian atas mangkuk. Sementara itu mungkin baik-baik saja untuk dilakukan dalam setting kasual, mungkin tidak tepat dalam situasi formal. Idealnya, Anda harus menaruh sumpit Anda pada (hashi-oki) tetapi jika tidak tersedia, Anda dapat menaruh sumpit Anda pada kertas pemegang sumpit (hashi bukuro) yang awalnya dijadikan pembungkus sumpit.

Hashi-Watashi

adalah hal tabu untuk mengoper makanan dari sumpit ke sumpit, itu mirip seperti dengan tindakan yang dilakukan selama kremasi. Ketika seseorang meninggal dan dikremasi, keluarga dan teman-teman almarhum mengambil dan mengoperkan tulang menggunakan sumpit

Kami-Bashi

Sumpit mungkin memiliki sisa-sisa rasa yang lezat karena bahan kayu yang dapat menyerap beberapa saus tapi tolong jangan menggigit sumpit Anda. Sumpit bukanlah makanan!

Ini adalah beberapa hal tabu atau pantangan terkait dengan penggunaan sumpit. Jangan melakukannya dan Anda akan dihormati oleh orang-orang Jepang yang Anda makan bersama anda, dan tentunya bebas dari rasa malu. Meskipun, anda bisa mengendurkan beberapa aturan jika Anda makan dengan teman-teman dekat dan keluarga.