Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

Harga Emas Turun Imbas Aksi Ambil Untung

Santai! Emas Melemah, tapi Pasang Kuda-kuda untuk Melesat

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas tergelincir pada hari Jumat karena investor melakukan aksi ambil untung. Namun kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dan langkah-langkah stimulus besar-besaran dari bank sentral utama terus membuat emas berada di jalur untuk kenaikan mingguan.

Harga emas di pasar spot turun 0,4 persen pada USD 1,724.29 per ounce, setelah sebelumnya turun lebih dari 1 persen. Emas berjangka AS ditutup turun 0,6 persen pada USD 1,735.60 per ounce.

Untuk minggu ini, emas telah naik lebih dari 2 persen, setelah mencapai level tertinggi pada hari Kamis.

“Kami melihat aksi ambil untung jangka pendek di sini untuk emas,” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar di BMO.

“Namun, harga emas bertahan di dekat tertinggi pergerakan karena investor ritel dan institusional telah secara konsisten membeli karena neraca global telah menggelembung dan prospek ekonomi global tetap sangat tidak pasti,” tambah dia.

Merebaknya virus corona, yang telah menginfeksi lebih dari 2,7 juta orang di seluruh dunia, telah mendorong negara-negara untuk memperpanjang lockdown untuk mengurangi penyebarannya. Sementara bank sentral telah mengeluarkan gelombang langkah-langkah untuk membatasi keterpurukan ekonomi.

Pada hari Kamis, Dewan Perwakilan AS sangat menyetujui bantuan tangani virus corona senilai USD 484 miliar, sementara para pemimpin Uni Eropa menyetujui paket penyelamatan langsung sekitar 500 miliar euro.

Emas, investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Indikasi sentimen, kepemilikan dari dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik mendekati level tertinggi tujuh tahun. Sementara emas dalam euro mencapai puncak tertinggi sepanjang masa 1.612,39 euro per ounce.

“Emas terus mendapat manfaat dari berbagai stimulus besar yang terlihat dari seluruh dunia. Juga harapannya cukup tinggi sehingga kita memperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

“Satu hal yang dapat menggagalkan reli emas adalah menjadi terobosan vaksin untuk Covid-19,” tutupnya.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : CNBC Indonesia

 PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Kembali Menguat karena Kekhawatiran Utang Membengkak

Naik Rp 6.000, Berapa Harga Emas Antam Hari Ini?

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas tergelincir pada hari Jumat karena investor melakukan aksi ambil untung. Namun kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dan langkah-langkah stimulus besar-besaran dari bank sentral utama terus membuat emas berada di jalur untuk kenaikan mingguan.

Harga emas di pasar spot turun 0,4 persen pada USD 1,724.29 per ounce, setelah sebelumnya turun lebih dari 1 persen. Emas berjangka AS ditutup turun 0,6 persen pada USD 1,735.60 per ounce.

Untuk minggu ini, emas telah naik lebih dari 2 persen, setelah mencapai level tertinggi pada hari Kamis.

“Kami melihat aksi ambil untung jangka pendek di sini untuk emas,” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar di BMO.

“Namun, harga emas bertahan di dekat tertinggi pergerakan karena investor ritel dan institusional telah secara konsisten membeli karena neraca global telah menggelembung dan prospek ekonomi global tetap sangat tidak pasti,” tambah dia.

Merebaknya virus corona, yang telah menginfeksi lebih dari 2,7 juta orang di seluruh dunia, telah mendorong negara-negara untuk memperpanjang lockdown untuk mengurangi penyebarannya. Sementara bank sentral telah mengeluarkan gelombang langkah-langkah untuk membatasi keterpurukan ekonomi.

Pada hari Kamis, Dewan Perwakilan AS sangat menyetujui bantuan tangani virus corona senilai USD 484 miliar, sementara para pemimpin Uni Eropa menyetujui paket penyelamatan langsung sekitar 500 miliar euro.

Emas, investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Indikasi sentimen, kepemilikan dari dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik mendekati level tertinggi tujuh tahun. Sementara emas dalam euro mencapai puncak tertinggi sepanjang masa 1.612,39 euro per ounce.

“Emas terus mendapat manfaat dari berbagai stimulus besar yang terlihat dari seluruh dunia. Juga harapannya cukup tinggi sehingga kita memperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

“Satu hal yang dapat menggagalkan reli emas adalah menjadi terobosan vaksin untuk Covid-19,” tutupnya.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Menguat Dipicu Kekhawatiran Dampak Corona ke Ekonomi

Napas' Emas Diprediksi Masih Panjang, Bisa Tembus Rp 1 Juta/Gram?

Harga emas dunia naik dipicu adanya pengetatan pasokan komoditas dan kekhawatiran dampak pandemi COVID-19 terhadap ekonomi. Serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengangkat harga emas batangan.

Harga emas Comex AS untuk pengiriman Juni naik USD 7,10, atau 0,4 persen menjadi USD 1.745,40 per ounce.

Harga emas sempat diperdagangkan mencapai USD 1.764,20 per ounce. Pada hari sebelumnya, harga emas naik 3 persen, menurut data FactSet.

Logam mulia bertahan naik setelah data pasar tenaga kerja mingguan AS menunjukkan 4,4 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 18 April.

Sehingga total pengajuan sebulan terakhir bertambah menjadi 26 juta sejak pandemi coronavirus berimbas ke sektor mengepung ekonomi.

Secara terpisah, indeks pembelian flash IHS Market untuk pelayanan AS pada April turun ke rekor terendah di posisi 27, sementara PMI manufaktur melemah ke 36,9, level terendah dalam 11 tahun.

“Data PMI AS benar-benar mengerikan dan angka layanan benar-benar buruk, tetapi tidak ada perkiraan yang bahkan layak dibuat,” kata Jeff Wright, Wakil Presiden Eksekutif GoldMining Inc.

Dikatakan jika dengan berbagai latar belakang itu, harga emas mampu menguat demikian pula dengan Dolar AS.

“Saya pikir Bank Sentral global telah diam-diam menambah kepemilikan, ritel telah membanjiri (dana yang diperdagangkan di bursa SPDR Gold Trust) dan negosiasi untuk stimulus kucuran lebih lanjut memulihkan ekonomi yang akan datang, dan sekarang tidak ada kekhawatiran defisit, emas diposisi baik-baik saja,” kata dia.

Pada pekan ini, harga emas naik sekitar 2,7 persen, sementara perak berjangka menguat 0,4 persen. khusus perak, harganya naik 2,2 sen, atau 0,1 persen menjadi USD 15,377 per ounce, setelah sempat naik lebih dari 3 persen.

Adapun harga tembaga untuk Mei naik 2,2 sen atau 1 persen menjadi USD 2.312 per pon. Harga platinum pada perdagangan Juli naik 3 persen menjadi USD 788 per ounce dan palladium melonjak hampir 5,8 persen menjadi USD 2.001 per ounce, memimpin persentase kenaikan di antara logam yang diperdagangkan di Comex.

 

Komoditasnya Menguat 11%, Begini Kinerja Saham Emiten Emas

Komoditasnya Menguat 11%, Begini Kinerja Saham Emiten Emas

PT. Rifan Financindo Berjangka – Saham-saham emiten pertambangan sub sektor logam cukup bervariatif dalam menyikapi performa kenaikan harga emas dunia di pasar spot selama tahun berjalan (year to date/YTD).

Berdasarkan catatan data dari Revinitif secara YTD harga emas dunia telah membukukan keuntungan sebesar US$ 165,95 atau 10,94% menjadi US$ 1.682,95/troy ons pada pukul 11:00 WIB. Sementara secara bulan berjalan (month to date/MTD) harga emas dunia naik US$ 111,95 atau 7,13% dari US$ 1.571/troy ons di penutupan 31 Maret 2020 lalu.

Penguatan harga emas dunia terdorong oleh permintaan aset aman (safe haven) sebagai lindung nilai (hedging) di saat volatilitas pasar yang relatif tinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran dampak pandemi virus corona terhadap perekonomian yang berimbas ke jurang resesi.

Lalu bagaimana dampak dari lonjakan harga emas dunia tersebut terhadap kinerja emiten saham sektor logam ini dalam kurun sebulan dan tahun berjalan.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), secara MTD menguat 62,76%, sementara untuk YTD turun 35,16% menjadi Rp 2.360/saham.

Berikutnya yaitu :

  •          PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), secara MTD naik 36,78% dan YTD turun 43,33% pada Rp 476/saham.
  •          PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), secara MTD naik 41,44% dan YTD menguat 19,63% menjadi Rp 1.280/saham.
  •          PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), secara MTD naik 34,78% dan YTD turun 34,51% pada Rp 93/saham.
  •          PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), secara MTD naik 5,41% dan YTD menguat 17% menjadi Rp 234/saham.
  •          PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), secara MTD turun 2,37% dan YTD melemah 5,71% pada Rp 1.650/saham.
  •          PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), secara MTD turun 8,49% dan YTD ambles 25,38% menjadi Rp 194/saham.
  •          PT Kapuas Prima coal Tbk (ZINC), secara MTD turun 19,39% dan YTD anjlok 59,9% pada Rp 158/saham.

Permintaan yang tinggi untuk logam emas menjadi salah satu faktor dalam kinerja saham-saham di atas yang merupakan penambang maupun sebagai trader.

Penguatan harga emas dunia dipicu oleh masifnya aksi jual di pasar saham global di tengah kekhawatiran hantaman ekonomi akibat pandemi virus corona.

“Prospek harga emas tetap positif untuk jangka menengah dengan ketidakpastian ekonomi yang tinggi dan pemerintah global dan neraca bank sentral yang meningkat secara besar-besaran.” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO.

Harga emas dunia cenderung mengalami kenaikan di kala perekonomian menghadapi goncangan, investor beramai-ramai memburu emas untuk mencari perlindungan. Selain itu, apresiasi harga emas juga mendapat dukungan dari kebijakan bank sentral global yang menerapkan tingkat suku bunga rendah.

Sementara kebijakan bank sentral dalam memberikan pelonggaran kuantitatif (QE) dengan membeli aset-aset finansial berbasis utang seperti surat utang pemerintah, efek beragun aset residensial hingga obligasi korporasi memicu penurunan yield yang membuat emas menjadi lebih menarik di mata investor.

Jika emas mampu kembali menembus level US$ 1.700, maka bukan tidak mungkin emas bisa melanjutkan penguatannya ke level psikologis selanjutnya di US$ 1.800/troy ons.

Kendati demikian, naiknya harga emas dunia tidak serta merta membuat saham sektor logam ini ikut melonjak karena ada beberapa faktor lainnya yang juga memengaruhi dari kinerja saham-saham sektor tersebut.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : CNBC Indonesia

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Tergelincir, Dekati Level Terendah Selama 2 Minggu

Napas' Emas Diprediksi Masih Panjang, Bisa Tembus Rp 1 Juta/Gram?

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas turun hampir 2 persen mendekati level terendah dua minggu pada hari Selasa.

Harga emas di pasar spot tergelincir 1,3 persen menjadi USD 1,671.68 per ounce, setelah sebelumnya mencapai titik terendah sejak 9 April di USD 1,659.68. Emas berjangka AS juga 1,4 persen lebih rendah pada USD 1,687.80.

“Minyak benar-benar membuat seluruh kompleks komoditas turun. Banyak orang keluar dari posisi yang sangat menguntungkan dengan sikap menunggu dan melihat apakah ada sentimen lebih lanjut dari energi yang memperngaruhi logam mulia,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Harga minyak mentah Brent anjlok 25 persen ke level terendah dalam hampir dua dekade. Sehari setelah para pedagang panik mengirim minyak AS di bawah minus USD 40 per barel di tengah kekhawatiran bersejarah karena kehancuran permintaan oleh pandemi virus corona.

Turunnya harga minyak mentah AS dan laporan pendapatan perusahaan yang suram memicu kekhawatiran akan kerusakan yang berkelanjutan pada ekonomi global dari pandemi. Hal ini mengirim saham global lebih rendah.

Emas kadang-kadang bergerak bersama-sama dengan ekuitas baru-baru ini, terutama karena aksi jual tajam di pasar yang lebih luas memaksa investor untuk menjual logam mulia untuk memenuhi margin call dan menutupi kerugian mereka.

“Kejatuhan bersejarah dalam harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran atas resesi global yang parah dapat menciptakan sedikit cashflow, pada dasarnya mengekspos harga emas ke level yang lebih rendah karena dolar menguat,” kata analis FXTM Lukman Otunuga.

“Meskipun kondisi ekonomi makro global yang tidak menguntungkan, kekacauan seputar wabah virus corona dan prospek suram untuk pasar minyak dapat mempercepat harga ke tempat yang aman, emas mungkin bukan tujuan penyelamatan pertama bagi investor,” tambah dia.

Emas, dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian politik dan keuangan, telah menghadapi persaingan ketat dari safe-haven lain, seperti dolar. Dolar yang lebih kuat membuat emas mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, gelombang langkah-langkah stimulus oleh bank sentral untuk mengurangi kerusakan ekonomi dari pandemi virus corona dan arus masuk ke dalam yang diperdagangkan di bursa (ETF) kemungkinan akan menjaga emas tetap tinggi, kata para analis.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG