Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga emas batangan Antam pecahan 2 gram di PT Pegadaian (Persero) pada hari ini, Senin (27/9/2021), dibanderol seharga Rp 1.847.000 atau tidak berubah dibandingkan kemarin.

Pegadaian tidak menyediakan harga emas hari ini untuk pecahan 0,5 gram dan 1 gram. Kemudian untuk harga emas batangan pecahan 3 gram dibanderol seharga Rp 2.742.000.

Sementara itu, harga emas batangan yang dirilis PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) dipatok seharga Rp 912.000 untuk pecahan 1 gram. Lalu, pecahan 0,5 gram dijual seharga Rp 486.000 dan pecahan 2 gram seharga Rp 1.808.000.

Pegadaian juga menyediakan emas batangan Antam versi Antam Retro dan Antam Batik.

Berikut harga emas hari ini, 27 September 2021 di Pegadaian:

Harga emas Antam
Harga emas 2 gram: Rp 1.847.000
Harga emas 3 gram: Rp 2.742.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.536.000
Harga emas 10 gram: Rp 9.013.000
Harga emas 25 gram: Rp 22.401.000
Harga emas 50 gram: Rp 44.719.000
Harga emas 100 gram: Rp 89.357.000
Harga emas 250 gram: Rp 223.116.000
Harga emas 500 gram: Rp 446.013.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 891.982.000

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Harga emas UBS
Harga emas 0,5 gram: Rp 486.000
Harga emas 1 gram: Rp 912.000
Harga emas 2 gram: Rp 1.808.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.466.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.885.000
Harga emas 25 gram: Rp 22.168.000
Harga emas 50 gram: Rp 44.244.000
Harga emas 100 gram: Rp 88.452.000
Harga emas 250 gram: Rp 221.064.000
Harga emas 500 gram: Rp 441.606.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 882.259.000

Sementara untuk tabungan emas Pegadaian, untuk setiap 0,01 gram, Pegadaian menetapkan harga jual sebesar Rp 8.620 dan harga beli Rp 8.360.

Sumber : Kompas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Meredup, Laporan Data Ekonomi Tak Mampu Angkat

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga emas diperdagangkan tak jauh dari posisi terendah dalam sesi perdagangan. Usai tidak mendapati faktor bullish menyusul sentimen awal yang beragam di sektor manufaktur dan jasa AS.

Melansir laman kitco, Jumat (24/9/2021), data ekonomi terbaru tidak berdampak banyak pada emas karena pasar menguji level support.

Harga emas berjangka Desember terakhir diperdagangkan pada posisi USD 1.752.70 per ounce, turun hampir 1,5 persen.

Memang, Indeks Manajer Pembelian manufaktur AS untuk September turun menjadi 60,5, turun dari Agustus di 61,1. Namun, penurunan tersebut sejalan dengan ekspektasi ekonom.

Sementara itu, laporan tersebut mencatat momentum pertumbuhan yang lemah di sektor jasa karena PMI-nya turun ke angka 54,4, turun dari Agustus di 55,1. Ekonom mengharapkan untuk melihat pembacaan yang tidak berubah.

“Laju pertumbuhan ekonomi AS mendingin lebih lanjut pada bulan September, setelah melonjak pada kuartal kedua, mencerminkan kombinasi dari puncak permintaan, penundaan rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja,” kata Chris Williamson, Kepala Ekonom Bisnis di IHS Markit.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Dia mengatakan jika perlambatan ini dipimpin oleh pendinginan permintaan di sektor jasa, sebagian terkait dengan penyebaran varian Delta.

Namun, sementara produsen telah melihat permintaan yang jauh lebih tangguh, pabrik menghadapi masalah yang berkembang dalam mendapatkan pasokan dan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi pesanan.

“Penundaan rantai pasokan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan perpanjangan waktu pengiriman yang hampir mencapai rekor pada bulan September,” jelas dia.

Emas bahkan tidak dapat menemukan daya tarik karena tekanan inflasi terus meningkat. Laporan tersebut mencatat bahwa biaya naik pada laju tercepat dalam empat bulan pada bulan September adalah kenaikan tertinggi kedua dalam catatan.

Sumber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Naik Karena Stok di AS Turun ke Level Terendah dalam 3 Tahun

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga minyak naik lebih dari USD 1 pada perdagangan Rabu setelah stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) jatuh ke level terendah dalam 3 tahun karena aktivitas penyulingan pulih dari badai baru-baru ini.

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/9/2021), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 1,74 atau 2,47 persen ke level 72,23 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,54, atau 2 persen menjadi USD 75,89 per barel.

Permintaan bahan bakar secara keseluruhan telah pulih ke tingkat pra-pandemi. Produk yang dipasok selama empat minggu terakhir telah mencapai hampir 21 juta barel per hari, tidak jauh dari puncak produksi di 2019.

Administrasi Informasi Energi (EIA) AS mengatakan persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun 3,5 juta barel menjadi 414 juta barel, terendah sejak Oktober 2018.

“Harga minyak mentah tetap didukung karena permintaan pulih di seluruh dunia dan persediaan terus berkurang,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Fasilitas minyak di Teluk Meksiko terus kembali berproduksi, dengan produksi mingguan naik 500 ribu barel per hari dalam seminggu terakhir menjadi 10,6 juta barel per hari, kata EIA.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

BP pada hari Rabu mengatakan keempat fasilitas lepas pantainya di wilayah tersebut telah kembali beroperasi setelah Badai Ida, dihidupkan kembali dan berproduksi pada 12 September.

Yang juga menjadi pendorong kenaikan harga minyak adalah kesulitan anggota OPEC yang berjuang untuk meningkatkan produksi. Kenaikan harga di pasar lain seperti gas alam juga mendukung minyak, dengan kekurangan pasar energi menyebabkan krisis pasokan di Eropa dan Asia.

“Mengingat berbagai faktor pendukung di ruang energi, terutama harga gas alam yang sangat tinggi … penurunan harga saat ini kemungkinan akan berumur pendek,” kata Jeffrey Halley, Seorang Analis di Broker OANDA.

The Federal Reserve AS, yang memulai pertemuan kebijakan dua hari pada hari Selasa, diperkirakan akan mulai mengetatkan kebijakan moneter, yang dapat mengurangi toleransi investor terhadap aset berisiko seperti minyak.

Sumber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Wall Street Bervariasi, Investor Menanti Hasil Rapat The Fed

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street berjuang untuk menguat pada perdagangan Selasa, 21 September 2021. Akan tetapi, indeks Dow Jones cenderung melemah pada sesi perdagangan dan ditutup di zona merah.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 50,63 poin atau 0,15 persen menjadi 33.919,84. Indeks S&P 500 susut 0,1 persen menjadi 4.354,19 setelah alami penurunan tajam sejak Mei. Namun, indeks Nasdaq naik 0,2 persen menjadi 14.746,40 seiring investor membeli sejumlah saham teknologi utama seperti Apple.

Saham sempat menguat di awal sesi dengan indeks Dow Jones naik lebih dari 300 poin pada satu titik. Namun, indeks berbalik arah melemah.

Bursa saham Asia yang stabil membantu sentimen di AS setelah kekhawatiran tumbuh pada Senin, 20 September 2021 kalau krisis likuiditas di pengembang China Evergrande akan menyebabkan penularan global. Indeks Hang Seng naik 0,5 persen setelah turun lebih dari tiga persen pada awal pekan ini.

Awalnya penurunan menarik investor pada pembukaan perdagangan Selasa, 21 September 2021. Akan tetapi, pasar tidak dapat kembali menahan. Indeks S&P 500 naik 0,9 persen pada level tertinggi pada Selasa, 21 September 2021. Investor juga berhati-hati menjelang keputusan the Federal Reserve tentang suku bunga dan rilis perkiraan ekonomi pada Rabu, 22 September 2021.

“Sudah ada pantulan tajam dari intraday low pada Senin, dan katalis untuk koreksi belum terselesaikan. Jadi kami memperkirakan sedikit lebih banyak gangguan dan mulai menambahkan kembali risiko ke pasar pada setiap pelemahan lebih lanjut saat proses penurunan dimulai,” ujar Chief Market Strategist Canaccord Genuity Tony Dwyer dilansir dari CNBC, Rabu (22/9/2021).

Investor mencari informasi lebih lanjut dari ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell tentang rencana bank sentral untuk mengurangi pembelian obligasi, terutama kapan itu akan terjadi. Powell menuturkan, the Federal Reserve (the Fed) memperlambat pembelian obligasi USD 120 miliar pada beberapa titik tahun ini.

The Fed akan merilis perkiraan ekonomi triwulanan yang disebut dot plot bersama dengan pernyataan suku bunga.

“Kita harus melihat bukti bahwa plot titik the Fed tidak keluar dengan cara yang menakuti pasar,” ujar Chief Investment Strategist BMO Wealth Management, Yung-Yu Ma.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Pengembang real estate China Evergrande Group yang sedang berjuang berada di ambang gagal bayar dan default. Berdasarkan S&P Global Ratings, Evergrande Group akan membayar bunga senilai USD 83 juta atau sekitar Rp 1,19 triliun (asumsi kurs Rp 14.242 per dolar AS) pada Kamis pekan ini.

Analis sebagian besar percaya Evergrande akan melewatkan pembayaran bunga. S&P melihat gagal bayar sebagai kemungkinan yang banyak dikhawatirkan dapat menyebarkan penularan keuangan seperti yang terjadi pada Lehman Brothers pada 13 tahun lalu.

“Pejabat pemerintah China sangat menyadari berita utama yang membandingkan Evergrande dengan Lehman,” ujar Ed Yardeni dari Yardeni Research.

Yardeni menuturkan, pemerintah China sangat menyadari konsekuensi dari membiarkan perusahaan gagal. “Jadi mereka akan turun tangan untuk merestrukturisasinya. Ketika mereka melakukannya, pasar saham di seluruh dunia harus menikmati reli terkait bantuan,” ujar Yardeni.

Indeks S&P 500 turun 3,7 persen pada September 2021, dan turun 4,2 persen dari rekor baru-baru ini. Sentimen lain yang juga membebani pasar pada September 2021 adalah varian delta yang tetap menjadi ancaman kesehatan global karena cuaca dingin yang mendekat dan keraguan terhadap vaksinasi tetap ada di antara masyarakat AS.

Johnson&Johnson mengatakan, suntikan booster vaksin COVID-19 94 persen efektif. Saham J&J naik 0,4 persen pada Selasa pekan ini.

Selain itu, saham Uber melonjak 11 persen setelah dongkrak prospek untuk kuartal III 2021. Saham ConocoPhilips naik hampir 4 persen karena stok energi pada awalnya memantul menyusul penurunan harga minyak dari aksi jual yang terjadi pada awal pekan ini.

Sementara itu, saham Disney turun 4 persen seiring CEO Bob Chapek mengingatkan investor tentang potensi hambatan untuk pertumbuhan pelanggan Disney+ pada kuartal III.

SUmber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Di Tengah Krisis Evergrande, Harga Minyak Melemah

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga minyak mengalami penurunan sekitar dua persen pada akhir perdagangan Selasa (21/9/2021) di Asia, karena investor semakin menghindari risiko, yang merugikan pasar saham dan mendorong dolar AS lebih kuat, membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Dolar, dilihat sebagai tempat yang aman, naik karena kekhawatiran tentang solvabilitas pengembang properti China Evergrande menakuti pasar ekuitas dan investor bersiap untuk Federal Reserve mengambil langkah lain menuju pengurangan pembelian aset atau tapering minggu ini.

“Karena dolar AS biasanya merupakan tempat yang aman, nilai tukarnya terhadap mata uang lainnya menguat, sebuah perkembangan yang melengkapi lingkungan penghindaran risiko dan mempengaruhi harga-harga komoditas, terutama minyak,” kata analis pasar minyak Rystad Energy Nishant Bhushan.

“Minyak menjadi lebih mahal untuk pasar non-dolar dan harga mendapat pukulan sebagai akibatnya, sebuah pergerakan bearish yang didukung oleh pasar saham itu sendiri dalam lingkungan penghindaran risiko.”

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November anjlok US$1,42 atau 1,9 persen, menjadi menetap di US$73,92 per barel setelah sempat tenggelam ke terendah sesi di US$73,52.

Adapun, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober terpuruk US$1,68 atau 2,3 persen, menjadi ditutup pada US$70,29 per barel setelah sempat jatuh ke level US$69,86.

Namun, minyak mendapat dukungan dari tanda-tanda bahwa beberapa produksi Teluk AS akan tetap offline selama berbulan-bulan karena kerusakan akibat badai.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Brent telah melonjak 43 persen sepanjang tahun ini, didukung oleh pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dikenail sebagai OPEC+, dan beberapa pemulihan permintaan setelah keruntuhan akibat pandemi tahun lalu.

Kerugian pada Senin (20/9/2021) terbatas karena penutupan pasokan di Teluk Meksiko AS menyusul terjangan dua badai baru-baru ini. Hingga Jumat (17/9/2021), perusahaan-perusahaan produsen hanya memiliki 23 persen produksi minyak mentah offline, atau 422.078 barel per hari.

Minyak mentah memangkas penurunannya pada Senin (20/9/2021) setelah Royal Dutch Shell mengatakan instalasi di Teluk Meksiko akan offline untuk perbaikan hingga akhir 2021 karena kerusakan akibat Badai Ida.

Fasilitas tersebut berfungsi sebagai stasiun transfer untuk semua hasil dari aset-aset perusahaan di koridor Mars wilayah Mississippi Canyon ke terminal-terminal minyak mentah di darat.

Analis Rystad Energy Artem Abramov memperkirakan produksi yang hilang akan menghapus 200.000 hingga 250.000 barel per hari (bph) pasokan minyak Teluk Meksiko selama beberapa bulan.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG