Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

Harga Minyak Terdongkrak Cuaca Dingin di Texas AS

 

minyak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga minyak mentah dunia naik terdorong suhu Texas yang dingin telah membatasi produksi di negara bagian penghasil terbesar AS tersebut. Kemudian adanya laporan bahwa Arab Saudi berencana untuk meningkatkan produksi dalam beberapa bulan mendatang.Melansir laman CNBC, Kamis (18/2/2021), harga benchmark minyak mentah Brent naik 99 sen, atau 1,56 persen, menjadi USD 64,34 per barel.

Sementara harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik USD 1,09, atau 1,82 persen menjadi USD 61,14 per barel.

Harga minyak terdorong pembatasan pasokan OPEC +, pemotongan tambahan dari Arab Saudi, dan harapan rebound permintaan karena vaksinasi COVID-19.

Cuaca dingin bersejarah melanda Texas, yang merupakan pemasok sebagian besar minyak mentah AS. Kondisi cuaca ini telah mendorong harga naik dalam beberapa hari terakhir.

“Ini baru saja membawa kami ke tingkat berikutnya,” kata Bob Yawger, Direktur Masa Depan Energi di Mizuho di New York.

“WTI minyak mentah mungkin akan mencapai maksimum mendekati USD 65,65, tingkat pemanfaatan kilang mungkin akan turun sekitar 76 persen,” kata Yawger.

Menurut para ahli industri, cuaca dingin di AS akan mengganggu produksi selama beberapa hari jika tidak berminggu-minggu. Dimana sumur dan kilang telah ditutup.

Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Tercatat, harga minyak Brent dan WTI naik lebih dari USD 1 selama sesi, mencapai level tertinggi sejak Januari 2020.

Harga minyak terpangkas setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Arab Saudi diperkirakan akan mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi ketika OPEC dan produsen minyak sekutunya bertemu bulan depan.

Tetapi Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan melawan virus COVID-19 dan produsen minyak harus tetap “sangat berhati-hati”.

“Kita berada di tempat yang jauh lebih baik daripada tahun lalu, tapi saya harus memperingatkan, sekali lagi, jangan berpuas diri. Ketidakpastiannya sangat tinggi, dan kami harus sangat berhati-hati,” kata dia.

Lingkungan harga yang lebih kuat telah memberi perhatian lebih pada OPEC +, yang mengelompokkan OPEC, Rusia, dan produsen sekutu. Ini bertemu untuk menetapkan kebijakan pada 4 Maret.

Data inventaris minyak AS dari American Petroleum Institute dan Administrasi Informasi Energi (EIA) AS akan dirilis masing-masing pada hari Rabu dan Kamis. Pengumuman tertunda satu hari untuk masing-masingnya setelah libur AS minggu ini.

Sumber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

WHO Sebut Vaksin Covid-19 AstraZeneca-Oxford Lebih Murah dan Mudah Didistribusikan

vaksin sputik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Universitas Oxford ke dalam daftar untuk penggunaan darurat, sehingga memperluas akses vaksinasi bagi negara berkembang, karena lebih murah dan lebih mudah didistribusikan.“Kami sekarang memiliki vaksin yang lebih murah dan cepat, tapi kami masih perlu meningkatkan produksi,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada jumpa pers seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (16/2/2021).

Dia terus mengimbau para pengembang vaksin Covid-19 untuk menyerahkan berkas ke WHO untuk ditinjau dan pada saat yang sama menyerahkannya ke regulator di negara-negara berpenghasilan tinggi,” kata Tedros.

WHO juga menyatakan telah menyetujui vaksin yang diproduksi oleh AstraZeneca-SKBio (Republik Korea) dan Serum Institute of India.

Daftar vaksin dari badan kesehatan PBB itu muncul beberapa hari setelah panel WHO memberikan rekomendasi sementara tentang vaksin.

Rekomendasi itu adalah dua dosis dengan interval sekitar 8 hingga 12 minggu dan harus diberikan kepada semua orang dewasa dan juga dapat digunakan di negara-negara dengan wabah jenis varian Afrika Selatan.

Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Hasil studi dari WHO menemukan, bahwa vaksin Astrazeneca memenuhi kriteria keamanan yang “harus dimiliki”, dan manfaat kemanjurannya yang melebihi risikonya.

Vaksin AstraZeneca-Oxford dipuji karena lebih murah dan lebih mudah untuk didistribusikan daripada beberapa saingan, termasuk vaksin produksi Pfizer-BioNTech, yang terdaftar untuk penggunaan darurat oleh WHO pada akhir Desember.

Hampir 109 juta orang dilaporkan terinfeksi Virus Corona baru secara global dan lebih dari 2,5 juta dilaporkan meninggal, menurut penghitungan Reuters.

Infeksi dilaporkanpada lebih dari 210 negara dan wilayah sejak kasus pertama diidentifikasi di China pada Desember 2019.

Dosis vaksin AstraZeneca merupakan bagian terbesar dari dosis dalam skema pembagian vaksin virus corona WHO. Lebih dari 330 juta dosis akan dibagikan ke negara-negara miskin mulai akhir Februari.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

3 Perusahaan Raksasa Investasi di Batang Senilai Ratusan Triliun Rupiah

batang

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa sudah ada 3 perusahaan besar yang mengisi Grand Batang City Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, yaitu LG, KCC Glass, dan Wavin.

“Khusus untuk LG yang akan berinvestasi sebesar Rp142 triliun bergerak pada industri baterai yang akan paralel dengan investasi smelter nikel di Maluku Utara,” katanya dikutip dari Antara, Senin (15/2/2021).

LG akan berinvestasi dalam bentuk konsorsium, di antaranya bersama dengan Indonesian Battery Holding yang merupakan gabungan dari MIND.ID, Pertamina, PLN, dan Antam.

Ia mendorong Grand Batang City segera menyelesaikan proses pembangunan infrastruktur terkait 450 hektare lahan di fase pertama yang ditargetkan dapat selesai pada Mei 2021.

Hal itu, kata dia, agar pada Juni 2021 hingga Juli 2021 sudah tidak ada isu lagi terkait “cut and fill” dan pematangan lahan seluas 450 hektare dari total 4.300 hektare lahan yang direncanakan.

“Sesuai dengan rencana pada 2020 sampai hari ini, kami dari BKPM melihat persiapan ‘on progress’ sesuai dengan perencanaan awal. “(Karena itu) per 2021 Grand Batang City sudah siap untuk menerima tenant yang akan masuk berinvestasi,” katanya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa tugas pemerintah daerah melayani semua yang terkait dengan pelayanan investor, khususnya yang harus dilaksanakan oleh pemda.

Layanan tersebut, kata dia, yaitu mempermudah dan mempercepat (yang dibutuhkan investor) tentu dengan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jadi hubungannya dengan investor keberadaannya tentu bagaimana pemerintah daerah hadir melayani dengan memastikan seperti perintah dari BKPM,” katanya.

Wihaji mengatakan sesuai pesan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan KIT Batang harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Oleh karena itu, nanti investor itu juga ada keberpihakan bagaimana menyerap tenaga lokal di Kabupaten Batang,” katanya.

Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Mengawali tahun 2021 ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya memulihkan dan membangkitkan perekonomian nasional, khususnya melalui investasi. Minggu lalu (30/12), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengumumkan secara resmi masuknya investasi senilai USD 9,8 miliar atau sekitar Rp142 triliun dari perusahaan LG Energy Solution.

LG Energy Solution bekerja sama dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membangun industri sel baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining), serta industri prekursor dan katoda.

Lokasi yang dipilih untuk pengembangan industri prekursor dan katoda adalah Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Begitu pula industri sel baterainya sedang didalami kemungkinan untuk berinvestasi juga di lokasi tersebut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kerja sama investasi ini adalah kolaborasi antara perusahaan asing, konsorsium BUMN, pengusaha nasional, pengusaha nasional di daerah, dan UMKM. Dengan demikian akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, juga secara lokal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Dalam kerja sama investasi ini semuanya ikut terlibat. Jadi tidak lagi bicara untuk sendiri-sendiri. Pengusaha lokal dan UMKM harus dilibatkan, karena tujuan investasi yaitu selain percepatan pertumbuhan ekonomi, juga pemerataan pertumbuhan ekonomi. Pemilihan lokasi di KIT Batang merupakan langkah tepat bagi investor. Pemerintah sudah menyiapkan lahan, sarana dan prasarana infrastrukturnya yang memadai, serta ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan,” jelas Bahlil di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Bahlil menuturkan bahwa menurut catatan BKPM, belum ada investasi dengan nilai sebesar ini pasca reformasi di Indonesia. Hal ini merupakan momentum bagi Indonesia, untuk membangun optimisme di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang masih dihadapi.

Rencana investasi LG disambut dengan antusias oleh Bupati Batang Wihaji. Ia menyatakan optimismenya bahwa investasi LG Energy Solution akan berdampak positif pada perekonomian daerah, menimbulkan multiplier effects, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Kami tentunya sangat bersyukur dan pastinya investasi ini bermanfaat untuk warga Batang dan sekitarnya. Dengan datangnya investasi tersebut, insya Allah dapat menyerap tenaga kerja serta membantu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan Indonesia tentunya,” ujar Wihaji.

Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju 2045. Salah satunya melalui hilirisasi sumber daya alam. Melalui proyek kerja sama investasi ini, Indonesia akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.

Baterai listrik merupakan komponen utama mobil listrik, yang dapat mencapai 40 persen dari total biaya mobil listrik. Dari sisi produksi baterai, biaya material merupakan komponen utama dengan 50-60 persen dari total biaya baterai. Pada tahun 2035 nanti, Indonesia mencanangkan untuk memproduksi 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.

Sumber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Panel Ahli Serukan Negara-Negara Tetap Gunakan Vaksin Oxford-AstraZeneca

vaksin sputik

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Panel World Health Organization (WHO) menyerukan agar negara-negara di dunia, termasuk yang memiliki varian corona Afrika Selatan supaya tetap menggunakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Oxford-AstraZeneca di tengah isu minimnya perlindungan terhadap mutasi virus.

Dalam rekomendasi sementara tentang suntikan vaksin, panel Strategic Advisory Group of Experts on Immunisation (Sage) mengatakan vaksin harus diberikan dalam dua dosis dengan interval 8 hingga 12 pekan dan bisa digunakan pada orang berusia 65 tahun ke atas.

Ketua Sage Alejandro Cravioto mengatakan penggunaan vaksin ini bahkan harus diterapkan di negara-negara seperti Afrika Selatan, di mana pertanyaan telah diajukan tentang kemanjuran vaksin tersebut terhadap varian baru. Menurutnya tidak ada alasan untuk tidak merekomendasikan penggunaannya.

“Kami telah membuat rekomendasi bahwa meskipun ada pengurangan kemungkinan vaksin berdampak penuh pada perlindungannya, terutama terhadap penyakit parah, tidak ada alasan untuk tidak merekomendasikan penggunaan bahkan di negara yang memiliki sirkulasi varian baru,” katanya seperti dikutip CNA, Kamis (11/2).

Dia menambahkan bahwa ribuan orang telah meninggal setiap harinya di seluruh negara di dunia. Oleh sebab itu, kata Cravioto, penggunaan produk yang mungkin bisa mengurangi risiko kematian itu perlu terus dilakukan secara luas.

WHO mengatakan pihaknya berharap pada pertengahan Februari untuk menyelesaikan peninjauan suntikan vaksin yang dikelola dalam program Covax untuk persetujuan penggunaan darurat.

Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Adapun, Afrika Selatan kini menghentikan sebagian peluncuran vaksin Oxford-AstraZeneca setelah data dari percobaan kecil menunjukkan bahwa vaksin tidak melindungi dari penyakit ringan hingga sedang terhadap varian 501Y.V2, yakni mutasi virus yang kini mendominasi negara tersebut.

WHO mengatakan bahwa temuan awal itu menyoroti kebutuhan mendesak untuk pendekatan yang lebih terkoordinasi untuk pengawasan dan evaluasi tiap varian serta dampaknya terhadap kemanjuran atau efektivitas vaksin.

Pakar imunisasi WHO Kate O’Brien mengatakan badan tersebut sedang berbicara dengan para ahli dan pejabat kementerian di Afrika Selatan serta memberikan masukan. Menurutnya penting diingat bahwa vaksin itu masih mujarab dan ini penting mengingat pasokan yang masih terbatas.

Jeremy Farrar, direktur perwalian kesehatan global Wellcome, mengatakan suntikan AstraZeneca akan membuat perbedaan besar di hampir semua negara dan harus segera diluncurkan secara global untuk menyelamatkan nyawa serta mengendalikan pandemi.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Inflasi Terlalu Rendah, BI Mulai Was-Was

BI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan selama pandemi Covid-19, inflasi terus mengalami penurunan. Hingga Januari 2021, inflasi berada di titik 1,55 persen. Angka ini pun menjadi perhatian bank sentral saat.

“Inflasi di Januari ini 1,55 persen ini jadi perhatian kita karena terlalu rendah,” kata Perry di Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi XI DPR-RI, Jakarta, Selasa (9/2).

Perry menjelaskan, kondisi terjadi seiring dengan permintaan dari masyarakat yang masih rendah. Maka, tahun ini Bank Indonesia ingin daya beli masyarakat kembali naik hingga dibawah 4 persen.

“Daya beli ini harus naik, agar inflasi naik tetapi sepanjang tidak melebihi batas 4 persen,” kata dia.

Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Dari sisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), defisit transaksi berjalan juga masih rendah. Hal ini terjadi karena kinerja ekspor yang tinggi sedangkan kinerja impor rendah. Rendahnya impor tersebut kata Perry karena produksi dalam negeri yang membutuhkan bahan baku impor terganggu.

“Karena produksinya rendah maka impornya juga rendah,” kata dia.

Sisi lain, aliran modal asing yang masuk dinilai sangat baik. Tak heran terjadi surplus yang besar dan cadangan devisa juga besar. Meski begitu, cadangan devisa yang saat ini tercatat USD 138 miliar ini bisa menjadi bantalan bila aliran dana asing kembali kabur.

“Kalau terjadi dana kabur (penarikan aliran dana asing /outflow), kita pakai cadangan devisa buat intervensi pasar valas,” kata Perry mengakhiri.

Sumber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG