Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

OOT BUPATI TEGAL KEMUNGKINAN TERKAIT SUAP BONGKAR PASANG JABATAN | RIFANFINANCINDO

rifanfinancindo

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – SEMARANG, KPK menganalisis lebih jauh kasus suap yang menjerat Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha. Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, ada dugaan praktik bongkar-pasang jabatan di sini.

“Saya melihat hari ini di beberapa media banyak PNS-PNS nonjob menggunduli kepalanya di kantor Wali Kota Tegal. Jadi kayaknya ada indikasi bongkar-pasang (jabatan) itu terjadi,” ucap Agus Rahardjo kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (30/8/2017).

Soal ini pun, KPK menduga kuat ada campur tangan Amir Mirza Hutagalung. Pasalnya politikus Partai NasDem yang baru diberhentikan itu, adalah orang kepercayaan Bunda Sitha.

“Dari beberapa informasi yang kami terima ini AMH (Amir Mirza Hutagalung) meskipun swasta, tapi karena tangan kanannya wali kota, cukup ditakuti,” kata Agus Rahardjo.

“Kita pasti akan melakukan pengembangan lebih jauh apakah dalam rangka bongkar-pasang ini ada uang syukurannya,” imbuhnya.

Bahkan Agus menyebut Amir Mirza bisa melakukan penekanan kepada kepala dinas. Selain itu juga menagih duit dari kontraktor.

Bunda Sitha diduga menerima suap Rp 5,1 miliar terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah, Kota Tegal dan fee dari proyek-proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Tegal tahun anggaran 2017. Saat OTT diamankan uang Rp 300 juta dari rumah Amir Mirza yang berfungsi sebagai posko pemenangan.
Sebelumnya, seorang mantan pejabat di Pemkot Tegal menceritakan sosok Amir Mirza yang ikut terciduk KPK bersama Wali Kota Siti Masitha. Kepada PNS di Tegal, Amir menyatakan bahwa apa yang dia katakan adalah sama dengan perkataan Wali Kota.

“Dia itu orang yang selalu ngaku omongannya dia adalah omongannya wali kota (Sitha). Namanya Amir Mirza, yang sekarang ikut ditahan juga,” ujar Khaerul Huda kepada wartawan, dalam kesempatan berbeda.

Khaerul merupakan mantan Kepala Dinas Perhubungan yang beberapa kali dipindahtugaskan hingga akhirnya diberhentikan oleh Bunda Sitha. Ia juga menceritakan Amir sempat meminta upeti atau bagian apabila Khaerul mencapai target.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK Selasa (29/8), KPK kemudian menetapkan tersangka Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno, pengusaha Amir Mirza Hutagalung, serta Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supriadi.
Bunda Sitha dan pengusaha Amir Mirza diduga menggunakan uang tersebut untuk memuluskan jalannya mengikuti Pilkada 2018 sebagai pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Tegal.

Suap untuk Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha seluruhnya sekitar Rp 5,1 miliar. Uang tersebut terkait penyediaan alat di RSUD Kardinah, Tegal, dan sejumlah proyek lain.

Salah satu tersangka di kasus ini adalah pihak swasta, yang juga orang kepercayaan Bunda Sitha, Amir Mirza Hutagalung. Amir diduga memiliki relasi dengan banyak kontraktor yang berproyek di Pemkot Tegal.

“Dia (Amir) swasta yang sangat dipercaya oleh Ibu Wali Kota. Kemudian dari data sementara, ada kaitannya dengan banyak kontraktor, dengan pengikut tender. Kalau Anda lihat Rp 5,1 miliar itu nanti arahnya ke sana. Masih menunggu pemeriksaan, pengembangan lebih lanjut,” ungkap Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Rabu (30/8/2017).

Penyidik KPK masih melakukan penggeledahan dan penyitaan di lapangan. Sementara ini ada tiga lokasi yang disegel KPK, yaitu rumah dinas Wali Kota Tegal, posko pemenangan SMS (Siti Masitha Soeparno)-AMH (Amir Mirza Hutagalung) di Perum Citra Bahari di Tegal, serta ruang kerja Direktur-Wakil Direktur dan Kabag Keuangan RSUD Kardinah, Tegal.

“Itu kan hari ini teman-teman masih bergerak, kalau tidak salah ke beberapa tempat, melakukan penggeledahan, penyitaan. Perkembangan lebih lanjut kita tunggu karena indikasi keuangannnya miliaran rupiah. Pasti ada pengembangan-pengembangan lebih lanjut. Kita tunggu saja dari hasil penggeledahan dan penyitaan.

Suap RP 5,1 M untuk Wali Kota Tegal Diduga Terkait Banyak Kontraktor
Bunda Sitha (Agung Pambudhy)

Bunda Sitha diduga menerima suap Rp 5,1 miliar terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah, Kota Tegal, dan fee dari proyek-proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Tegal tahun anggaran 2017. Saat OTT diamankan uang Rp 300 juta dari rumah Amir Mirza, yang berfungsi sebagai posko pemenangan.

Bunda Sitha dan pengusaha Amir Mirza diduga menggunakan uang tersebut untuk memuluskan jalannya mengikuti Pilkada 2018 sebagai pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Tegal.

 

rifan financindo | rifanfinancindo | pt rifan financindo |  

rifanfinancindo berjangka | rifanberjangka | rfinancindo | rfberjangka | rfb | rifanberjangka

 | rifan financindo semarang | investasi online | investasi komoditi | investasi legal 

|pt rifan financindo berjangka | pt rifan financindo semarang 

rifanfinancindoberjangka | ptrifanfinancindoberjangka