Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Bayangi Laju IHSG

048368100_1438242477-20150730-Bursa-Saham-Jakarta2

Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan?(IHSG) diprediksi mendatar dengan kecenderungan melemah pada pekan ini. Lantaran saat ini belum ada sentimen positif yang mendorong indeks saham.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan sentimen dari dalam negeri, IHSG tertekan oleh nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah berada di kisaran 13.536 per dolar AS pada Jumat 7 Agustus 2015 dari periode Kamis 6 Agustus 2015 di kisaran 13.529 per dolar AS.

“Konsolidasi agak sedikit tertekan, dari minggu lalu nilai tukar terus melemah,” kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Dari regional, dia bilang tertekan oleh rencana bank sentral Amerika Serikat/The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuannya yang diperkirakan terjadi pada September.

“Nilai tukar belum mendapat sentimen positif. Kita lihat terus-meneerus data Amerika Serikat (AS) varitif tapi datanya bagus. Rasa-rasanya akan menaikan suku bunga,” ujar Hans.

Pada perdagangan saham pekan ini dia memprediksi IHSG berada pada rentan support 4.711-4.674. Sementara resistance 4.800-4.868.
Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan IHSG berada pada rentang support 4.725-47.750 dan resistance pada level 4.785-4.875.

Dia mengatakan, diperkirakan cenderung melemah pada pekan depan. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh data-data ekonomi global.

“Maraknya sentimen negatif membuat IHSG cenderung melemah. Pelaku pasar lebih memilih untuk aksi ambil untung. Meski di pekan depan kami melihat masih ada potensi pelemahan seiring ekspektasi akan rilis melemahnya data-data ekonomi global. Namun diharapkan pelemahan yang terjadi tidak signifikan,” tulisnya dalam riset tersebut.

Untuk saham, Hans merekomendasikan jual ketika menguat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). (Amd/Ahm)