Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

NAPI KABUR KEJADIAN TERULANG KEMBALI | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Satu persatu narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi pada Rabu pekan lalu berhasil diringkus petugas.

Kali ini napi atas nama Saiful Anwar bin Abusama (48) yang mendekam di Blok B 2, kamar tengah dalam kasus narkoba berhasil ditangkap tim Opsnal Reskrim Polresta Jambi, Senin 19 Juni 2017.

Dia ditangkap saat berada di tempat kos-kosan milik Yanto Keling di Jalan Selamet Riyadi, Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi saat pesta narkoba jenis sabu.

Kapolresta AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe malalui Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Yudha Lasmana, mengatakan tertangkapnya Saiful bermula adanya informasi dari masyarakat adanya pendatang baru di sebuah kos-kosan.

Petugas pun bergerak cepat menuju TKP kosan itu pun digerebek petugas. “Saat ditangkap tidak ada perlawanan. Ternyata saat diperiksa adalah salah satu napi yang kabur,” katanya, Senin (19/6/2017).

Tidak itu saja, sambungnya, napi yang kabur beberapa waktu lalu dari Lapas Klas II A Jambi tersebut diringkus saat mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Saiful merupakan napi kasus narkoba yang menjalankan putusan pengadilan yakni 7 tahun 9 bulan penjara.

“Napi sudah kita amankan. Sekarang sedang melakukan koordinasi dengan pihak Lapas,” pungkas Yudha.

Dengan tertangkapnya Saiful, saat ini jumlah napi yang kabur tinggal 15 napi lagi. Yudha mengimbau, agar napi yang kabur lebih baik menyerahkan diri dari pada ditangkap petugas.

Lubang sepanjang 15 meter yang digunakan empat narapidana asing untuk kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Denpasar diduga digali luar. Ada kemungkinan keterlibatan orang luar yang membantu pelarian empat napi asing itu.

“Mungkin, wong itu tembus ke luar. Bisa jadi orang luar yang melubangi,” tutur Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Sutrisna kepada CNNIndonesia.com, kemarin.

Menurutnya, penggalian lubang untuk kabur tentunya akan sangat mencolok perhatian jika digali dari dalam Lapas. Lagipula, kata Sutrisna, mustahil, bila penggalian dilakukan oleh empat orang dalam waktu satu hari.

Selain itu, para napi pun tidak diperkenankan memiliki perkakas seperti cangkul, sekop dan lain-lain yang sekiranya dapat digunakan untuk membuat lubang. Karena itu,  Ditjen PAS menyimpulkan sementara lubang digali dari luar penjara. Namun, hal itu masih terus diselidiki.

“Apalagi itu kan melewati tembok. Itu kalau digaruk-garuk empat orang enggak mungkin satu hari selesai,” ujar Sutrisna.

Sutrisna menambahkan, lubang diduga telah digali sejak lama. Sebab, tanah dalam lubang yang digunakan empat napi untuk kabur sudah ditumbuhi rumput.

“Diyakini sudah lama. Masih tanda tanya, apakah (lubang) dari jaman dulu sudah ada. Tetapi memang dari luar itu tertutup rumput,” imbuh Sutrisna.

Sejauh ini, Sutrisna meyakini lubang 15 meter itu adalah jalur yang ditempuh keempat napi untuk kabur. Belum ada lagi  jalur lain yang diduga digunakan keempat napi tersebut.  “Tetapi ini masih serba-serbi. Kami masih analisa lagi,” kata Sutrisna.

Tak Ada Sisa Galian

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Tony Nainggolan mengatakan, dugaan adanya bantuan orang luar dalam pelarian empat narapidana asing itu terlihat dari tidak adanya bekas galian tanah.

“Kami juga heran, kalau misalnya digali dengan panjang 15 meter dan lebar 1 meter, minimal ada sisa galian. Dan kami tidak menemukan gundukan tanah itu,” kata Tony kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/6).

Sebelumnya, menurut Tony, petugas Lapas juga pernah menemukan gundukan tanah sisa galian di Lapas. “Dulu pernah dua kali kami temukan gundukan tanah. Tapi ini, tidak ada,” katanya.

Dikatakannya, petugas Lapas bersama TNI dan Polri telah mengerahkan kekuatan untuk mencari empat napi asing yang kabur itu. “Kami sudah sebar,” katanya.

Kemarin, empat narapidana asing yakni, Shaun Edward Davidson (33), warga negara Australia, Dimitar Nikolov (43), warga Bulgaria, Sayed Mohammed Said (31), warga negara India, dan Tee Kok King Bin Tee Kim Sai (50), warga negara Malaysia dinyatakan kabur dari Lapas.

Mereka dinyatakan kabur pertama kali karena tidak ada di barisan saat apel dilakukan pada pukul 08.00 waktu setempat. Petugas lapas lalu mencari-cari keempat napi tersebut. Upaya petugas berujung nihil.