Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Misteri Terciptanya Kehidupan | PT RIFAN FINANCIINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Menurut sains, kehidupan tak tercipta tiba-tiba tetapi lewat proses. Salah satu proses awalnya adalah keberadaan unsur dasar kehidupan, yaitu karbon.

Selama ini, ada banyak teori yang mengungkap asal muasal unsur yang terdapat pada gula, kayu, hingga setiap sel dalam tubuh kita tersebut.

Teori baru yang dinyatakan ilmuwan lewat publikasi di Nature Geoscience?minggu ini mengungkap bahwa karbon di bumi berasal tabrakan dengan sebuah planet embrionik serupa merkurius.

Gagasan yang muncul lewat hasil studi Yuan Li dari Guangzhou Institute of Geochemistry dan Rasdeep Dasgupta dari Rice University itu menantang teori sebelumnya yang menyatakan bahwa karbon berasal dari asteroid.

Asal-usul karbon menantang sebab untuk terciptanya kehidupan, unsur tersebut harus berada pada lapisan mantel dan permukaan bumi.

Sementara, bumi pada masa awalnya adalah dunia yang panas bagai neraka. Jika ada di permukaan, maka karbon akan menguap. Kehidupan pun sulit tercipta.

Ada satu gagasan populer di kalangan ilmuwan untuk menjelaskan asal-usul karbon. Gagasan itu beranama Late Veneer Hypothesis.

Intinya, menurut gagasan itu, semua unsur yang mudah menguap seperti karbon, hidrogen, dan nitrogen, berasal dari luar bumi. Unsur-unsur itu dikirim ke bumi lewat tumbukan dengan asteroid.

Gagasan itu sesungguhnya cukup kuat tetapi punya kelemahan. Li mengatakan, sulit memercayai bahwa tumbukan asteroid yang acak dan berskala kecil bisa menyebarkan unsur yang kini menyusun sekitar 2/3 bumi.

“Masalahnya adalah, sementara bisa menerangkan kemelimpahan, tak ada meteorit (asteroid yang jatuh ke bumi) yang bisa menghasilkan unsur mudah menguap dengan porsi silikat planet kita,” katanya seperti dikutip Science Alert, Selasa (6/9/2016).

Mencoba menjawab masalah, Li dan Dasgupta merancang eksperimen dengan menciptakan kondisi tekanan dan suhu tinggi seperti masa awal bumi di laboratorium.

Mereka lalu bereksperimen dengan sejumlah unsur dan senyawa, seperti campuran logam yang kaya belerang dan silikon.

Keduanya menemukan bahwa karbon bisa tetap berada di lapisan mantel, tidak terserap hingga ke inti bumi, bila berasal dari benda langit lain yang bagian intinya kaya besi yang tercampur belerang dan silikon.

“Salah satu yang menerangkan masalah rasio karbon dan belerang dan kemelimpahannya adalah adanya planet embrionik seperti Merkurius – yang sudah punya inti kaya silikon – yang menumbuk bumi,” jelas Dasgupta.

Dengan kata lain, kehidupan bisa tercipta akibat bumi yang memakan material planet embrionik Merkurius yang menumbuknya.

Apakah benar peristiwa tersebut yang terjadi miliaran tahun lalu sebelum kehidupan ada? Masih harus diuji. Namun, bisa saja benar.