Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Misteri Pasar Saham, Dirut BEI Berbicara

rifanfinancindo berjangka

Rifan Financindo – Semarang,?Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistyo mengungkapkan bahwa pasar saham Indonesia memiliki kejanggalan. Ia menyebut kejanggalan itu dengan istilah tanda kutip.

“Kan sekarang ada satu di bursa yang tanda kutip. Transaksi itu setiap hari 60 persen lokal, kenapa kepemilikannya?(saham di BEI) 65 persen asing? Berarti ini kan ada yang salah,” ujar Tito di sela-sela acara World Islamic Economic Forum (WIEF) 2016 di Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Ia menduga, para investor lokal sengaja mengatasnamakan sahamnya mengunakan nama investor asing. Hal itu dilakukan lantaran para investor lokal enggan mengakui kepemilikan saham di BEI.

Mereka kerap memanfaatkan Special purpose vehicle (SPV) di luar negeri untuk memiliki saham di BEI.

Tito percaya, dari 60-65 persen kepemilikan saham asing di BEI, sekitar 15 persen-20 persennya merupakan milik investor lokal.

Bila di dirupiahkan, total saham investor lokal yang diatasnamakan menggunakan nama investor asing diperkirakan mencapai Rp 200 triliun-Rp 400 triliun. Saat ini nilai kapitalisasi pasar BEI sekitar Rp 5.772 triliun.

BEI sendiri optimistis bisa mencapai total kapitalisasi pasar Rp 6.000 triliun pada tahun ini. Sebenarnya, harapan perbaikan komposisi kepemilikan saham di BEI terbuka lebar karena adanya program amnesti pajak.

Para investor bisa memanfaatkan program tersebut untuk mengakui atau mendeklarasikan kepemilikan asetnya sehingga tidak perlu ada lagi kejanggalan di pasar saham.

Sebutan bahwa BEI dikuasai asing pun bisa berubah bila deklarasi bisa mengubah porsi kepemilikan saham di BEI.

Bahkan kata Tito, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan insentif kepada investor yang mendeklarasikan asetnya.

“Dari kami (BEI) bisa biaya yang lebih murah, biaya crossing kan bisa dibicarakan,” kata Tito.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bervariasi sepanjang sesi I perdagangan saham Rabu (3/8/2016), pukul 12.00 WIB.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi di area hijau di level 5.383,49. Namun kemudian terus turun hingga menyentuh level terendah di 5.359,30. IHSG sendiri dibuka turun di level 5.367,58 pada pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Tekanan jual investor asing, sebagai aksi ambil untung, membuat indeks bergerak di zona merah. Net foreign sell di semua papan perdagangan mencapai Rp 49,8 miliar.

Sebanyak 3,72 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 3,95 triliun.

Sebanyak 143 saham ditutup naik, 154 saham ditutup turun dan 90 saham ditutup tetap.

Saham Semen Indonesia (SMGR) ditutup naik 4,04 persen dan jadi top gainer, setelah sebelumnya memaparkan hasil kinerja semester I yang memuaskan. Disusul saham Adaro energy (ADRO) yang naik 4,07 persen.

Dari 10 indeks sektoral pendukung bursa, lima sektor masih mengalami tekanan sementara sektor pertambangan naik 1,02 persen dan sektor industri dasar naik 1 persen.