Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Terlihat Menurun

rifanfinancindo berjangka

PT Rifan Financindo – Semarang,?Harga minyak mentah naik lebih tinggi di sesi Asia pada hari Selasa dengan investor tetap berhati-hati setelah perkiraan pasokan yang pesimis bearish mengkhawatirkan pasar semalam dan juga menjelang data industri stok AS.

American Petroleum Institute akan merilis estimasi Minyak mentah AS dan stok olahannya di Selasa malam. Departemen Energi AS juga akan merilis sendiri angka yang lebih dipantau cermat, Rabu.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah WTI untuk pengiriman September naik 0,09% ke $43,17 per barel.

Semalam, minyak mentah turun tajam, merosot ke level terendah baru tiga bulan setelah kelebihan pasokan global terus merongrong pasar dan dolar AS yang kuat kembali menjadi fokus.

Di Bursa Intercontinental (ICE), Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober goyah antara $44,98 dan $46,27, per barel, sebelum menetap di $45,17, turun 0,92 atau 1,93% pada hari itu. Kedua tolok ukur minyak mentah internasional dan AS tersebut perpanjang kerugian pada hari Senin setelah jatuh sekitar 3% pekan lalu.

Dalam sesi Senin, minyak mentah jatuh ke level terendah sejak akhir April karena investor menanggapi lebih lanjut tanda-tanda melimpahnya pasokan di pasar energi global.

Selama akhir pekan, analis dari Morgan Stanley (NYSE:NYSE:MS) mengeluarkan peringatan penting tentang lanjutan kelebihan pasokan di antara produk olahan, seperti stok bensin membengkak ke level tertinggi lima tahun. Hal itu terjadi setelah persediaan bensin nasional naik 0,91 juta barel pekan lalu, menyusul 4,1 juta lonjakan stok bahan bakar distilasi selama minggu sebelumnya – yang mewakili terbangunnya kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari lima bulan. Tren terbaru itu telah memperburuk kekhawatiran bahwa kilang minyak sulingan akan memperlambat langkah mereka dalam pembelian minyak untuk beberapa minggu mendatang, menyeret turun biaya minyak mentah.

“Permintaan minyak mentah bergerak di bawah permintaan produk olahan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun,” tulis Morgan Stanley. “Kilang sulingan adalah konsumen minyak mentah yang sebenarnya, dan permintaan minyak mentah akhirnya lebih penting daripada total permintaan produk olahan bagi jumlah minyak. Mengingat kelebihan pasokan di pasar produk olahan, menghapus margin kilang sulingan, dan memotong ekonomi, kami berharap permintaan minyak mentah memburuk lebih lanjut selama beberapa bulan mendatang. “

Akibatnya, para analis memperkirakan permintaan minyak mentah global akan naik moderat dengan 625.000 barel per hari pada tahun 2016, jauh di bawah perkiraan dari Badan Energi Internasional (IEA) sebesar 1,3 juta barel per hari untuk tahun ini. Minyak mentah WTI telah reli dari level terendah 13 tahun di $26,05 per barel pada pertengahan Februari sebagian karena tanda-tanda peningkatan ketidakseimbangan permintaan-penawaran besar-besaran telah dimulai.

Di tempat lain, para investor bereaksi terhadap perkembangan dari Libya pada hari Senin setelah Petroleum Guard Commander (PFG) Ibrahim Jathran mengumumkan bahwa penjaga minyak nasional siap untuk menghentikan blokade panjang tiga pelabuhan utama di negara Afrika Utara.

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah para pejabat di Libya National Oil Corporation (NOC) mengatakan kepada PBB bahwa membayar Jathran bisa menciptakan “preseden buruk,” dalam mendorong kelompok-kelompok milisi untuk menguasai fasilitas minyak di seluruh negeri dalam upaya untuk menerima pembayaran suap yang signifikan dari pemerintah. Upaya dari pasukan Jathran untuk menutup berbagai pipa dan ladang minyak di sekitar Libya dilaporkan telah memangkas produksi minyak mentah kurang dari seperempat tingkat ketika mantan presiden Muammar Gaddafi digulingkan pada tahun 2011.

Futures minyak mentah lebih rendah pada jam dagang AS pada Senin.

Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan September diperdagangkan pada USD43.12 per barrel pada waktu penulisan, menurun 2.42%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD42.98 per barrel.Minyak metah kemungkinan akan mendapat support pada USD42.98 dan resistance pada USD46.09.

Indeks Dolar AS yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0.12% dan diperdagangkan pada USD97.29.

Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan Oktober jatuh 2.04% dan diperdagangkan pada USD45.15 per barrel, sedangkan spread antara kontrakMinyak brent dan Minyak metah berada pada USD2.03 per barrel.

Minyak menghentikan penurunan nya di dekat level penutupan terendah dalam tiga bulan sebelum data stok AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah menurun sehingga mengurangi surplus stok yang berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya dua dekade.

Futures sedikit berubah di New York setelah jatuh 2,4 persen pada hari Senin. Stok mungkin meluncur 2,25 juta barel untuk penurunan mingguan yang ke-10, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Energy Information Administration Rabu. stok bensin terlihat meningkat 600.000 barel sampai 22 Juli, ?pembengkakan stok yang juga merupakan yang tertinggi dalam beberapa dekade.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di level $ 43,17 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 4 sen, pada pukul 09:41 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kehilangan $ 1,06 ke level $ 43,13 pada hari Senin, yang merupakan penutupan terendah sejak 25 April. Jumlah volume perdagangan yakni sekitar 38 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman September menguat 9 sen, atau 0,2 persen, ke level $ 44,81 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga turun 2,1 persen ke level $ 44,72 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan pada premium sebesar $ 1,63 untuk WTI.