Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Terkerek Isu Libya

oil8 (1)Rifan Financindo Berjangka -?Harga minyak mentah menguat menyusul pertempuran yang meletus di dekat pelabuhan pengiriman minyak mentah terbesar Libya. Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli ditutup menguat 0,55% ke level $49,60 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 44 sen, atau 0,9% ke level $49,76 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Garda fasilitas minyak Libya merebut sebuah kota dekat Es Sider dan terminal bongkar muat minyak Ras Lanuf setelah bentrokan sengit dengan militan ISIS. Perselisihan di Nigeria dan kebakaran hutan di Kanada juga telah mengganggu output. ?Semua gangguan pasokan di seluruh dunia berdampak keseimbangan supply and demand,? kata John Auers, wakil presiden eksekutif di Turner Mason & Co. seperti yang dikutip dari Bloomberg.

Berdasarkan data dari Bloomberg, produksi Libya telah jatuh menjadi kurang dari 400.000 barel sejak kelompok bersenjata menyerang pangkalan minyak pada akhir 2014 dan menutup akses ekspor minyak. Negara menghasilkan minyak mentah sebanyak 1,6 juta barel per hari sebelum pemberontakan pada 2011 yang mengakhiri kekuasaan 42 tahun Moammar Al Qaddafi.

Sementara itu, produksi minyak mentah Nigeria turun ke level terendah dalam 27 tahun karena militan meningkatkan serangan pada jaringan pipa di delta Sungai Niger. Seperti yang dilansir Bloomberg, organisasi negara-negara pengekspor minyak / OPEC berencana mengadakan pertemuan untuk membahas pembatasan produksi pada 2 Juni mendatang di Wina, Austria. Akan tetapi, analis yang disurvei Bloomberg mengatakan pertemuan OPEC kemungkinan tidak akan menghasilkan keputusan untuk membatasi produksi menyusul strategi kebijakan Arab Saudi.