Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Semakin Murah, Harga Capai 6 Bulan Terendah

oil-dollar-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah pada akhir perdagangan Selasa pagi melemah tajam dan mencapai posisi paling rendah dalam enam bulan belakangan (2/8). Harga minyak mentah pada perdagangan malam tadi mengalami penurunan yang mantap akibat buruknya data ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok. Sementara itu proyeksi turunnya konsumsi bensin di Amerika Serikat juga mengakibatkan kekhawatiran bahwa permintaan akan mengalami penurunan.

Bukti mengenai kondisi oversupply diperparah oleh anjloknya bursa saham Tiongkok. Kondisi ini mengakibatkan harga minyak mentah mengalami tekanan selama beberapa minggu belakangan. Pada bulan Juli lalu harga komoditas ini mengalami penurunan bulanan terburuk sejak meletusnya krisis subprime AS pada tahun 2008 lalu.

Harapan kenaikan pasokan minyak mentah datang dari Iran. Setelah Negara tersebut mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya dengan Negara-negara yang berunding dengannya Iran diharapkan akan menunjukkan kenaikan output pengeboran minyak mentah sebesar 500 ribu barel per hari. Segera setelah sanksi ekspor diangkat Negara tersebut akan segera mengenjot produksinya.

Pada akhir perdagangan bulan Juli harga minyak mentah WTI berjangka untuk kontrak September ditutup pada posisi 45,17 dollar per barel. Harga komoditas ini mengalami penurunan sebesar 1,95 dollar atau setara dengan 4 persen.

Harga minyak mentah Brent juga berakhir ambles di teritori negative pada perdagangan akhir pekan. Harga komoditas ini tutup pada posisi 49,40 dollar, turun sebesar 2,80 dollar atau setara dengan 4 persen.

Pada perdagangan pagi ini harga minyak mentah terpantau kembali masuk ke dalam pola konsolidasi. Tarik-menarik sentiment menyebabkan harga masih belum bergerak banyak dari posisi penutupan perdagangan pagi tadi. Harga minyak mentah saat ini berada pada posisi 45,44 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Sentimen negatif masih sangat kuat terjadi di pasar.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 48,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 50,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang makin melemah harga akan menemui support pada posisi 43,00 dollar dan 40,00 dollar.