Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Menuju Penurunan | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?Bensin berjangka reli lebih dari 5% pada Kamis ini sehingga memberikan topangan untuk harga minyak menyusul penurunan dua sesinya, karena penutupan pipa utama terlihat melebar ke seminggu penuh.

Minyak mentah Oktober West Texas Intermediate naik 33 sen, atau 0,8%, untuk menetap di level $ 43,91 per barel di New York Mercantile Exchange setelah menghitung-hitung penurunan hampir 6% dalam dua sesi terakhir. Brent November di bursa ICE Futures di London menambahkan 74 sen, atau 1,6%, ke $ 46,59 per barel.

Pada Nymex, bensin berjangka Oktober reli sebesar 6,9 sen, atau 5,1%, menjadi berakhir pada $ 1,430 per galon. Merupakan penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga pekan. Minyak pemanas Oktober naik 3,5 sen, atau 2,5%, ke $ 1,416 per galon.

Minyak menuju kerugian mingguan terhadap spekulasi kelimpahan minyak mentah global akan bertahan karena pasokan kembali terganggu dan pertumbuhan permintaan melambat.

Minyak berjangka turun 0,6 persen di New York, memperpanjang penurunan mingguan menjadi 4,9 persen. Anggota OPEC Libya dan Nigeria, yang pasokan telah berkurang akibat konflik dalam negeri, sedang mempersiapkan untuk meningkatkan ekspor dalam beberapa minggu mendatang. Surplus minyak akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya akibat turunnya pertumbuhan permintaan dan prooduksi terbukti tangguh, International Energy Agency mengatakan pada hari Selasa.

Minyak telah berfluktuasi sejak mengalami reli pada bulan Agustus di tengah spekulasi OPEC dan Rusia akan menyepakati langkah-langkah untuk menstabilkan pasar pada pertemuan di Aljir akhir bulan ini. Semua 14 negara anggota OPEC akan menghadiri pertemuan pada 27 September.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober turun 28 sen menjadi $ 43,63 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 09:36 pagi di Sydney. Harga WTI pada hari Kamis naik 0,8 persen untuk ditutup di $ 43,91 per barel. Total volume perdagangan sekitar 58 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman November turun sebanyak 0,7 persen menjadi $ 46,25 per barel pada pukul 09:17 pagi waktu Singapura, setelah naik 74 sen, atau 1,6 persen, untuk menetap di $ 46,59 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Kamis kemarin. Minyak acuan global untuk pengiriman November lebih besar $ 2,07 dari WTI.

Perusahaan Libya pada hari Rabu mencabut pembatasan penjualan minyak mentah dari pelabuhan Ras Lanuf, Es Sider dan Zueitina, yang berpotensi membuka pasokan sebesar 300.000 barel per hari. Di Nigeria, Exxon Mobil Corp. dikatakan siap untuk melanjutkan pengiriman minyak mentah Qua Iboe, sementara grade kedua Nigeria yang dioperasikan oleh Royal Dutch Shell Plc. dijadwalkan untuk memulai kembali sekitar 200.000 barel per hari dalam beberapa hari.

Cadangan minyak dunia akan terus berakumulasi hingga 2017, kelebihan pasokan untuk tahun keempat berturut-turut, menurut laporan IEA pada hari Selasa. Bulan lalu lembaga memprediksi pasar akan kembali ke kesetimbangan tahun ini.