Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Mentah Jatuh ke Harga Terendah Empat Tahun

Rifan Financindo Berjangka Semarang – Harga minyak dunia turun pada Rabu (26/11/2014) waktu setempat (Kamis pagi WIB) dengan minyak AS jatuh ke terendah baru empat tahun, karena meningkatnya ekspektasi bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak akan mengambil tindakan signifikan dalam menanggapi merosotnya harga minyak.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun 40 sen menjadi 73,69 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange, harga penutupan terendah sejak September 2010.

Sementara, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari melemah 58 sen menjadi di 77,75 dollar AS per barel di perdagangan London.

Pasar mencerna sejumlah laporan dari para menteri perminyakan menjelang pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Kamis waktu setempat.

Pertemuan tersebut telah dinantikan mengingat penurunan 30 persen harga minyak sejak Juni.

“Tetapi menurut Andy Lipow, kepala konsultasi Houston, Lipow Oil Associates, adanya komentar dari para menteri OPEC menyebabkan banyak orang percaya bahwa organisasi tersebut tidak akan melakukan apa-apa.

Menteri Perminyakan Saudi Ali al-Naimi seperti dikutip Dow Jones Newswires mengatakan, ia memperkirakan pasar minyak akan menstabilkan dirinya sendiri. Hal ini menjadi sinyal bahwa ia tidak melihat kebutuhan untuk pemotongan produksi besar.

Sementara Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh, mengatakan posisinya mirip Naimi, meskipun ia menyatakan kekhawatiran tentang melimpahnya pasokan.

“Semua ahli di pasar percaya bahwa kita memiliki kelebihan pasokan di pasar dan tahun depan kami akan memiliki lebih banyak kelebihan pasokan,” kata Zanganeh.

Sebuah pernyataan yang tidak jelas tentang peningkatan kepatuhan kuota akan berdampak kecil, kata Lipow. “Tetapi sebuah janji dari OPEC dengan dukungan yang jelas dari Saudi untuk meningkatkan kepatuhan akan mengangkat harga di atas 80 dollar AS,” kata dia.

“Jika OPEC tidak melakukan apa-apa, saya perkirakan harga minyak dengan sangat cepat pergi di bawah 70 dollar AS per barel untuk WTI dan bergerak turun lebih jauh di bawah 65 dollar AS menuju 60 dollar AS,” tambah dia.