Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Voting Brexit Dimulai, Minyak Mulai Menguat

rifanfinancindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Minyak menguat setelah produksi minyak mentah AS dan stok turun ditambah dimulainya pemungutan suara pada apakah Inggris akan tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Berjangka Agustus bertambah 1,6 persen di New York. Produksi turun untuk kali 14 dari 15 minggu terakhir ke level terendah sejak September 2014 dan stok turun 917.000 barel pekan lalu, menurut data dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu. jajak pendapat terakhir menunjukkan referendum Inggris, yang dikenal sebagai Brexit, bisa berjalan baik.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik 77 sen ke level $ 49,90 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 49,49 pada pukul 07:14 pagi waktu London. Kontrak kehilangan 72 sen menjadi $ 49,13 pada hari Rabu. Total volume perdagangan yakni sekitar 43 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Agustus menguat 48 sen, atau 1 persen, ke level $ 50,36 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga pada Rabu turun 74 sen, atau 1,5 persen, ke level $ 49,88. Minyak mentah patokan global ini diperdagangkan pada premium 75 sen untuk WTI.

Harga minyak mengalami penguatan di perdagangan sesi Asia sebagai dampak dari pernyataan kementerian energi Arab Saudi.

Minyak Brent naik? 0,80% atau 42 sen ke $50.30/barrel. Sementara minyak oil naik hampir? 1% atau 47 sen ke $49.60/barrel.

Harga telah jatuh ke bawah $50.00 di perdagangan sesi New York setelah data dari? US Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan cadangan di mniyak mentah hanya sedikit dan ada kenaikan cadangan bensin. Cadangan bensin mencapai 237,6 juta barel per 16 Juni lalu, naik 0,1%.

Bagaimanapun, harga telah kembali ke atas $50,00 per barel merespons prospek penurunan suplai. Menteri energi Arab Saudi mengatakan di media, Rabu kemarin bahwa suplai melimpah minyak sudah tinggal sejarah. ?Kita sudah keluar dari fase itu. Oversupply telah menghilang,? jelas Khalid Al-Falih.

Komentar Khalid tampaknya masih akan menopang harga minyak di perdagangan hari ini. Namun hasil Brexit nanti malam juga akan berperan menentukan harga emas hitam ini. Demikian kutipan Rifan Financindo Berjangka dari Bloomberg.