Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Melonjak, Sedangkan Harga Emas Justru Melorot

emas-700x357

Perkembangan harga emas dan minyak mentah untuk pekan ini terpantau bertolak belakang. Harga minyak mentah pada perdagangan kemarin ditutup pada posisi 99,15 dollar per barel atau merupakan level tertinggi dalam 2 bulan terakhir. Sedangkan harga emas justru melorot ke level 1202 dollar pertro ons setelah sebelumnya sempat menyentuh level 1185 dollar per per troy ons yang merupakan level terendah sejak 1 Juli lalu.

Penguatan harga minyak mentah untuk pekan ini tidak terlepas dari hasil keputusan Fed yang akhirnya memastikan mengenai kebijakan stimulus ekonomi Amerika Serikat sebesar 75 miliar dollar atau lebih rendah dibandingkan dengan rencana sebelumnya yang sebesar 85 miliar dollar. Sedangkan dari sisi data-data fundamental, beberapa data ekonomi di beberapa negara juga pekan ini dilaporkan mengalami kondisi yang membaik seperti naiknya indeks manufaktur Jerman, turunnya inflasi Inggris, naiknya data sentimen ekonomi Jerman, turunnya data pengangguran Inggris dan naiknya indeks manufaktur Amerika Serikat.

Sedangkan pada emas, kondisi fundamental yang memberikan tekanan sangat signifikan datanga dari dampak penguatan performa nilai tukar dollar terhadap mata uang mayoritas yang diperlihatkan oleh indeks dollar yang naik ke level 80,55. Naiknya indeks dollar semakin memberatkan kondisi permintaan di pasar ritel. Kondisi tersebut belum lagi ditambah oleh adanya pergeseran minat investor yang lebih menginginkan berinvestasi ke pasar saham yang masih mengalami tren bullish pasca kebijakan stimulus Fed. Apalagi salah satu milyarder terkemuka, John Paulson pekan ini menjual sebagian kepemilikan emasnya akibat sikap pesimis bahwa emas akan mengalami kenaikan dalam jangka pendek.

SPDR Gold Trust, perusahaan investasi emas pekan ini menyatakan bahwa persediaan emas yang dimilikinya pekan ini mengalami penurunan sebesar 0,5% menjadi 812,62 metrik ton. Maraknya aksi jual terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Apalagi muncul spekulasi bahwa Fed akan kembali melepas persediaan emasnya guna membiayai stimulus ekonomi yang akan dijalankan pada bulan Maret tahun 2014.